Sempat Menolak Anaknya Dirawat di RS, Kini Balita Penderita Gizi Buruk Asal Pidie Jaya Mulai Ditangani di RSUDZA
Rabu, 16 Februari 2022 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
Memasuki tahun 2021, kondisi balita tersebut semakin menurun dan pertumbuhannya tidak berkembang. Pihak Puskesmas Ulim kembali menganjurkan agar pasien untuk rawat inap. Namun dilaporkan bahwa ibunya tetap menolak dirawat dan memilih mencari pengobatan alternatif.
Dari hasil pemantauan dan penimbangan di Posyandu pada akhir tahun 2021 dan awal 2022, kondisi BM juga tidak membaik. Keadaan terkini BM adalah Anemia, muka nampak sangat pucat disertai demam. Dokter Puskesmas Ulim mengajurkan bayi untuk dirujuk agar mendapatkan perawatan lanjutan, namun keluarga bersekiras menolak karena alasan ekonomi.
Tim Gizi dan Bidan Koordinator kemudian melaporkan kepada Kepala Puskesmas dan dokter untuk mengecek langsung ke rumah pasien. Diketahui kemudian jika kondisi pasien sudah semakin memburuk dengan keadaan batuk dan menggigil (Hipotermi).
Baca juga: Berpura-pura Hamil, Wanita Muda Diringkus Selundupkan 6 Kg Sabu di Tarakan
"Puskesmas Ulim juga memberikan tenggang waktu satu kali 24 jam untuk merembuk dengan keluarga dan biaya ditanggung pihak Puskesmas Ulim," kata dr. Hanif. Pihak Puskemas Ulim juga berkoordinasi dengan keuchik asal Desa pasien dan Camat Ulim, untuk proses penanganan lebih lanjut kepada anak tersebut.
Pada Kamis (10/2/2022) pukul 10.00 WIB, Bidan Koordinator kembali menghubungi ibu bayi, namum masih belum ada keputusan dan masih menolak bayinya untuk dirujuk. Pada siang harinya Bidan kembali menghubungi ibu BM untuk siap-siap berangkat, namun lagi-lagi ibunya masih menolak dan menjanjikan bersedia dirujuk pada hari Senin ke RSUDZA.
Namun Kepala Puskesmas Ulim bersikeras dan menegaskan pihaknya akan membawa bocah itu pada hari Kamis, itu juga. Pihak Puskesmas juga sudah siap mendampinginya. Alhasil pada pukul 14:30 WIB, pihak Puskesmas menjemput pasien untuk segera diberangkatkan ke RSUDZA dan tiba di IGD RSUDZA pukul 18.00 WIB.
Dari hasil pemantauan dan penimbangan di Posyandu pada akhir tahun 2021 dan awal 2022, kondisi BM juga tidak membaik. Keadaan terkini BM adalah Anemia, muka nampak sangat pucat disertai demam. Dokter Puskesmas Ulim mengajurkan bayi untuk dirujuk agar mendapatkan perawatan lanjutan, namun keluarga bersekiras menolak karena alasan ekonomi.
Tim Gizi dan Bidan Koordinator kemudian melaporkan kepada Kepala Puskesmas dan dokter untuk mengecek langsung ke rumah pasien. Diketahui kemudian jika kondisi pasien sudah semakin memburuk dengan keadaan batuk dan menggigil (Hipotermi).
Baca juga: Berpura-pura Hamil, Wanita Muda Diringkus Selundupkan 6 Kg Sabu di Tarakan
"Puskesmas Ulim juga memberikan tenggang waktu satu kali 24 jam untuk merembuk dengan keluarga dan biaya ditanggung pihak Puskesmas Ulim," kata dr. Hanif. Pihak Puskemas Ulim juga berkoordinasi dengan keuchik asal Desa pasien dan Camat Ulim, untuk proses penanganan lebih lanjut kepada anak tersebut.
Pada Kamis (10/2/2022) pukul 10.00 WIB, Bidan Koordinator kembali menghubungi ibu bayi, namum masih belum ada keputusan dan masih menolak bayinya untuk dirujuk. Pada siang harinya Bidan kembali menghubungi ibu BM untuk siap-siap berangkat, namun lagi-lagi ibunya masih menolak dan menjanjikan bersedia dirujuk pada hari Senin ke RSUDZA.
Namun Kepala Puskesmas Ulim bersikeras dan menegaskan pihaknya akan membawa bocah itu pada hari Kamis, itu juga. Pihak Puskesmas juga sudah siap mendampinginya. Alhasil pada pukul 14:30 WIB, pihak Puskesmas menjemput pasien untuk segera diberangkatkan ke RSUDZA dan tiba di IGD RSUDZA pukul 18.00 WIB.
(eyt)
Lihat Juga :