Sempat Menolak Anaknya Dirawat di RS, Kini Balita Penderita Gizi Buruk Asal Pidie Jaya Mulai Ditangani di RSUDZA

Rabu, 16 Februari 2022 - 16:00 WIB
loading...
Sempat Menolak Anaknya...
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif. Foto/Ist.
A A A
BANDA ACEH - Sempat menolak anaknya dirawat di rumah sakit, ibu asal Pidie Jaya, Aceh, berinisial SM, akhirnya merestui anaknya yang masih balita dirawat di di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Baca juga: Orang Tua Tak Mampu Beli Susu, Balita di Aceh Alami Gizi Buruk

Kepastian balita penderita gizi buruk berinisial BM tersebut dirawat di RSUDZA, ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif. Sebelumnya, seperti dilaporkan Kepala Puskesmas Ulim Pidie Jaya, SM menolak anaknya dirawat di rumah sakit dengan alasan keterbatasan ekonomi.



Selain itu, SM juga menganggap penyakit yang dialami oleh anaknya tidak terlalu serius. Selama ini BM hanya menjalani rawat jalan saja, dan dibarengi dengan pengobatan alternatif."Tim Puskesmas Ulim juga terus mengedukasi dan melakukan pemantauan, memberikan PMT, biskuit dan susu," kata Hanif, dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu (16/2/2022).

Baca juga: Rekor Baru Kasus COVID-19 di Sulawesi Utara, Sehari Bertambah 994

Sebelum melahirkan, SM merupakan kategori ibu hamil dengan risiko tinggi, karena telah berusia 36 tahun dengan riwayat hipertensi. Bayi laki-lakinya lahir pada tanggal 27 Oktober 2019 dengan berat badan 2.900 gram, panjang badan 48 cm, di PMB Sri Mulyani Ulee Gle Kabupaten Pidie Jaya.

BM juga mendapatkan imunisasi HBO setelah lahir, dan mendapatkan imunisasi BCG saat berusia tiga bulan. Sementara imunisasi DPT tidak bisa dilanjutkan lagi, karena berat badan kurang.

Sampai berusia enam bulan, pertumbuhan BM masih normal dan bayi diberikan ASI ekslusif. Baru pada usia tujuh bulan, berat badan mulai menurun, usai dilakukan pemantauan di Posyandu. Bidan desa kemudian melaporkan hal tersebut kepada Tenaga Gizi Puskesmas Ulim dan Tim Gizi berkolaborasi dengan dokter, serta kepala Puskesmas.

Baca juga: Suaminya Tewas di Tahanan Polsek Lubuklinggau Utara, Iin Minta Bantuan Presiden Jokowi

Puskesmas Ulim kemudian merujuk BM ke RSUD Pidie Jaya, dan balita tersebut ditangani oleh dokter spesialis anak dengan diaknosa specifik developmental disorder of motor function. Dokter menganjurkan fisioterapi, namun setelah beberapa kali dilakukan fisioterapi juga tidak ada perkembangan pada pertumbuhan BM.

Dokter kemudian menganjurkan rawat inap kepada orang tua BM, namun keluarga menolak untuk dirawat dengan alasan keterbatasan ekonomi dan anggapan dari ibu penyakit yang dialami oleh anaknya tidak terlalu serius. Ibu bocah itu juga lebih mementingkan pekerjaan lainnya walaupun sudah diberikan pemahaman oleh pihak Puskesmas Ulim.

BM kemudian hanya dilakukan rawat jalan sembari terus dipantau perkembangannya oleh tim dari Puskesmas Ulim. Tim Gizi Puskesmas Ulim juga telah melapor ke Dinas Kesehatan (SIE Gizi KIA) dan mereka telah melakukan kunjungan pada Agustus 2020 ke rumah balita tersebut.

Baca juga: Resahkan Warga, 155 Jukir Liar Diringkus Aparat Polrestabes Medan

Memasuki tahun 2021, kondisi balita tersebut semakin menurun dan pertumbuhannya tidak berkembang. Pihak Puskesmas Ulim kembali menganjurkan agar pasien untuk rawat inap. Namun dilaporkan bahwa ibunya tetap menolak dirawat dan memilih mencari pengobatan alternatif.

Dari hasil pemantauan dan penimbangan di Posyandu pada akhir tahun 2021 dan awal 2022, kondisi BM juga tidak membaik. Keadaan terkini BM adalah Anemia, muka nampak sangat pucat disertai demam. Dokter Puskesmas Ulim mengajurkan bayi untuk dirujuk agar mendapatkan perawatan lanjutan, namun keluarga bersekiras menolak karena alasan ekonomi.

Tim Gizi dan Bidan Koordinator kemudian melaporkan kepada Kepala Puskesmas dan dokter untuk mengecek langsung ke rumah pasien. Diketahui kemudian jika kondisi pasien sudah semakin memburuk dengan keadaan batuk dan menggigil (Hipotermi).

Baca juga: Berpura-pura Hamil, Wanita Muda Diringkus Selundupkan 6 Kg Sabu di Tarakan

"Puskesmas Ulim juga memberikan tenggang waktu satu kali 24 jam untuk merembuk dengan keluarga dan biaya ditanggung pihak Puskesmas Ulim," kata dr. Hanif. Pihak Puskemas Ulim juga berkoordinasi dengan keuchik asal Desa pasien dan Camat Ulim, untuk proses penanganan lebih lanjut kepada anak tersebut.

Pada Kamis (10/2/2022) pukul 10.00 WIB, Bidan Koordinator kembali menghubungi ibu bayi, namum masih belum ada keputusan dan masih menolak bayinya untuk dirujuk. Pada siang harinya Bidan kembali menghubungi ibu BM untuk siap-siap berangkat, namun lagi-lagi ibunya masih menolak dan menjanjikan bersedia dirujuk pada hari Senin ke RSUDZA.

Namun Kepala Puskesmas Ulim bersikeras dan menegaskan pihaknya akan membawa bocah itu pada hari Kamis, itu juga. Pihak Puskesmas juga sudah siap mendampinginya. Alhasil pada pukul 14:30 WIB, pihak Puskesmas menjemput pasien untuk segera diberangkatkan ke RSUDZA dan tiba di IGD RSUDZA pukul 18.00 WIB.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balita Raya Meninggal...
Balita Raya Meninggal Dunia Akibat Cacingan, Mensos: Keluarganya Diasesmen
Kemenkes Selidiki Kasus...
Kemenkes Selidiki Kasus Kematian Balita di Sukabumi Akibat Cacingan
Program MBG Garda Depan...
Program MBG Garda Depan Cegah Stunting dan Gizi Buruk di Papua Selatan
Kurangi Angka Gizi Buruk...
Kurangi Angka Gizi Buruk di Lampung, MBG Sasar 4 Kelompok Ini
Legislator Partai Perindo...
Legislator Partai Perindo Lombok Barat Syamsuriansyah Bantu Balita Penderita Gangguan Saraf
Dukung Gizi Anak, Pengusaha...
Dukung Gizi Anak, Pengusaha Muda Bagikan Susu ke Disabilitas
Libur Sekolah Tak Boleh...
Libur Sekolah Tak Boleh Hentikan MBG, Gizi Anak Kebutuhan Dasar Negara
Pengasuhan 1.000 Hari...
Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Antara Budaya dan Data
Kelaparan Resmi Dinyatakan...
Kelaparan Resmi Dinyatakan di Gaza oleh Pemantau Global
Rekomendasi
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
Kontroversi Kartu Merah...
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Seret Nama Lionel Messi
Berita Terkini
Anggota Satresnarkoba...
Anggota Satresnarkoba Polres Katingan Kalteng Gugur Ditembak saat Gerebek Bandar Narkoba
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Infografis
Separuh dari Pasukan...
Separuh dari Pasukan Israel Menolak Perang di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved