Peringati May Day, Serikat Pekerja Diimbau Ganti Demo dengan Bakti Sosial
Jum'at, 24 April 2020 - 06:10 WIB
loading...
Di tengah kondisi pandemi virus corona, Covid-19 yang mewabah di Sulsel, Serikat buruh atau pekerja diimbau tidak melakukan aksi demonstrasi di jalanan. Foto : SINDOnews/Doc
A
A
A
MAKASSAR - Di tengah kondisi pandemi virus corona, Covid-19 yang mewabah di Sulsel, Serikat buruh atau pekerja diimbau tidak melakukan aksi demonstrasi di jalanan.
Penyampaian aspirasi saat peringatan Hari Buruh yang jatuh 1 Mei 2020 mendatang diharap tidak melibatkan banyak massa agar meminimalisir penyebaran virus.
"Kita tetap terus berkomunikasi dengan teman-temab serikat dan federasi pekerja bahwa situasi ini bukan merupakan situasi yang diciptakan, situasi merupakan sebuah bemcana oandemi. Tentu ada hal-hal lain yang mungkin bisa dilakukan," terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Andi Darmawan Bintang kepada SINDOnews, Jumat (24/04/2020).
Kata Wawan (sapaan akrab Andi Darmawan Bintang_red), peringatan Hari Buruh tidak melulu ditandai dengan aksi demonstrasi, melainkan dapat diganti dengan bakti sosial membantu sesama buruh lainnya.
"Kita harapkan bahwa misalnya kita alihkan untuk menjadi sebuah bakti sosial. Beberapa teman serikat buruh juga ada rencana begitu. Tapi bentuknya belum kami simpulkan karena kami justru menyerahkan kepada teman-teman serikat modelnya," jelas Wawan.
Meski begitu, Wawan menegaskan tidak ada niat pemerintah untuk menolak aspirasi para tenaga kerja. Dia hanya berharap, agar bentuk penyampaian aspirasi jika akan dilakukan, tetap mengikuti protokol Covid-19. Belum lagi, khusus di Kota Makassar, sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Yang jelas bahwa dalam masa PSBB tentu demo dan sebagainya tentu akan menjadi sesuatu yang tidak bisa dilakukan, karena aturannya seperti itu. Jadi kami tetap terus berkoordinasi. Yang penting bahwa protokol Covid-19 dan serta aturan PSBB itu tidak terlanggar," jelasnya.
Penyampaian aspirasi saat peringatan Hari Buruh yang jatuh 1 Mei 2020 mendatang diharap tidak melibatkan banyak massa agar meminimalisir penyebaran virus.
"Kita tetap terus berkomunikasi dengan teman-temab serikat dan federasi pekerja bahwa situasi ini bukan merupakan situasi yang diciptakan, situasi merupakan sebuah bemcana oandemi. Tentu ada hal-hal lain yang mungkin bisa dilakukan," terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Andi Darmawan Bintang kepada SINDOnews, Jumat (24/04/2020).
Kata Wawan (sapaan akrab Andi Darmawan Bintang_red), peringatan Hari Buruh tidak melulu ditandai dengan aksi demonstrasi, melainkan dapat diganti dengan bakti sosial membantu sesama buruh lainnya.
"Kita harapkan bahwa misalnya kita alihkan untuk menjadi sebuah bakti sosial. Beberapa teman serikat buruh juga ada rencana begitu. Tapi bentuknya belum kami simpulkan karena kami justru menyerahkan kepada teman-teman serikat modelnya," jelas Wawan.
Meski begitu, Wawan menegaskan tidak ada niat pemerintah untuk menolak aspirasi para tenaga kerja. Dia hanya berharap, agar bentuk penyampaian aspirasi jika akan dilakukan, tetap mengikuti protokol Covid-19. Belum lagi, khusus di Kota Makassar, sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Yang jelas bahwa dalam masa PSBB tentu demo dan sebagainya tentu akan menjadi sesuatu yang tidak bisa dilakukan, karena aturannya seperti itu. Jadi kami tetap terus berkoordinasi. Yang penting bahwa protokol Covid-19 dan serta aturan PSBB itu tidak terlanggar," jelasnya.
Lihat Juga :