Sidang Pembunuhan Pengusaha Emas Hadirkan 2 Saksi Ahli, Akankah PIL WNA Afganistan Bebas Tuntutan?
Minggu, 13 Februari 2022 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan, ada empat hal yang dijadikan rujukan seseorang melakukan pembunuhan berencana. Pertama, variabel yang akan dilakukan meliputi target, insentif, risiko dan sumberdaya dan ini pengukurannya dilakukan secara individual jika pelakunya lebih dari satu. Selanjutnya yang ditanyakan terkait pengaruh senjata terhadap perilaku seseorang.
"Jika seseorang itu melihat senjata, maka perilakunya dengan sendiri akan acak. Perilakunya tidak penuh dengan perhitungan, mana baik mana buruk, mana salah mana benar, mana merusak mana mendukung proses hukum, pokonya dia berfikir linear saja itu akibat efek senjata itu, dan ini disebut weapon efect teory," jelas Reza.
Baca juga: RS Rujukan COVID-19 di KBB Mulai Terisi, 7 Pasien Jalani Perawatan
Selanjutnya, terkait sikap seorang istri pada situasi yang tidak menyenangkan yang dialami dalam keluarga atau hubungan suami istri.
"Ada tiga ragam pola yang bisa dilakukan oleh sang isteri, yakni moving away, atau melarikan diri misalnya berselingkuh atau melakukan obat-obatan, lalu Moving Formard, semisal dia akan membawa suaminya ke konselor perkawinan, atau melakukan bulan madu kedua, atau untuk rujuk dan sebagainya. Dan atau Moving Againt, atau dia akan melakukan hal-hal destrukctive sebagai cara adaptasi terhadap pasangannya, baik itu secaa verbal yakni dengan ucapan atau non verbal yakni secara kekerasan yang puncaknya pembunuhan,"paparnya.
"Jika seseorang itu melihat senjata, maka perilakunya dengan sendiri akan acak. Perilakunya tidak penuh dengan perhitungan, mana baik mana buruk, mana salah mana benar, mana merusak mana mendukung proses hukum, pokonya dia berfikir linear saja itu akibat efek senjata itu, dan ini disebut weapon efect teory," jelas Reza.
Baca juga: RS Rujukan COVID-19 di KBB Mulai Terisi, 7 Pasien Jalani Perawatan
Selanjutnya, terkait sikap seorang istri pada situasi yang tidak menyenangkan yang dialami dalam keluarga atau hubungan suami istri.
"Ada tiga ragam pola yang bisa dilakukan oleh sang isteri, yakni moving away, atau melarikan diri misalnya berselingkuh atau melakukan obat-obatan, lalu Moving Formard, semisal dia akan membawa suaminya ke konselor perkawinan, atau melakukan bulan madu kedua, atau untuk rujuk dan sebagainya. Dan atau Moving Againt, atau dia akan melakukan hal-hal destrukctive sebagai cara adaptasi terhadap pasangannya, baik itu secaa verbal yakni dengan ucapan atau non verbal yakni secara kekerasan yang puncaknya pembunuhan,"paparnya.
Lihat Juga :