Kejayaan Aceh Masa Sultan Iskandar Muda dan Pasukan Gajah yang Agung
Sabtu, 12 Februari 2022 - 05:26 WIB
loading...
A
A
A
Dikisahkan, Iskandar Muda melakukan perburuan gajah dalam perjalanan di sepanjang Pantai Pidie ke Pasai, pada 1638.
Bagi rakyat Aceh dan Iskandar Muda, gajah merupakan bagian terpenting dari pasukan Aceh dan lambang kedudukan tertinggi yang agung. Sehingga, dirinya memonopoli semua tangkapan gajah, hingga 900 ekor untuk dirinya sendiri.
Dalam Hikayat Aceh, disebutkan keberanian-keberanian gajah Aceh sebagai senjata perang yang sangat tangguh.
Baca: Merinding, Upacara Bersih Darah Dayak Menumpas Tentara Belanda dan Jepang
"Semua gajah sangat kuat dan berani, dan jumlahnya tidak terhitung. Dan kota itu tidak dibentengi, berbeda dengan kota-kota lain yang biasanya dibentengi, karena banyak gajah tempur disitu," tulis hikayat tersebut.
Pasukan gajah Aceh, memiliki peran sebagai pendobrak. Dalam menaklukkan Kerajaan Aru, pada 1613, konon Iskandar Muda membawa 70 ekor gajah perangnya yang tangguh dan persenjataan dalam jumlah besar.
Meski memiliki kemampuan militer besar, Negara Aceh di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda berdiri di atas pondasi yang rapuh. Negara ini memiliki masalah yang sama dengan negara-negara dagang pantai lainnya.
Baca: Tongkat Sakti Sunan Bonang Ubah Pohon Jadi Emas dan Keluarkan Mata Air
Bagi rakyat Aceh dan Iskandar Muda, gajah merupakan bagian terpenting dari pasukan Aceh dan lambang kedudukan tertinggi yang agung. Sehingga, dirinya memonopoli semua tangkapan gajah, hingga 900 ekor untuk dirinya sendiri.
Dalam Hikayat Aceh, disebutkan keberanian-keberanian gajah Aceh sebagai senjata perang yang sangat tangguh.
Baca: Merinding, Upacara Bersih Darah Dayak Menumpas Tentara Belanda dan Jepang
"Semua gajah sangat kuat dan berani, dan jumlahnya tidak terhitung. Dan kota itu tidak dibentengi, berbeda dengan kota-kota lain yang biasanya dibentengi, karena banyak gajah tempur disitu," tulis hikayat tersebut.
Pasukan gajah Aceh, memiliki peran sebagai pendobrak. Dalam menaklukkan Kerajaan Aru, pada 1613, konon Iskandar Muda membawa 70 ekor gajah perangnya yang tangguh dan persenjataan dalam jumlah besar.
Meski memiliki kemampuan militer besar, Negara Aceh di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda berdiri di atas pondasi yang rapuh. Negara ini memiliki masalah yang sama dengan negara-negara dagang pantai lainnya.
Baca: Tongkat Sakti Sunan Bonang Ubah Pohon Jadi Emas dan Keluarkan Mata Air
Lihat Juga :