Empat Tempat Angker di Makassar, Yang Terakhir Ceritanya Bikin Merinding
Kamis, 10 Februari 2022 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
2. Monumen Korban 40.000 Jiwa
Salah satu tempat angker di Makassar yakni monumen Korban 40.000 jiwa. Lokasi yang berada di Utara Kota Makassar yakni tepatnya di Kecamatan Tallo penuh kisah kelam di masa lalu.
Monumen ini sebenarnya untuk mengenang tragedi pembantaian dan juga korban 40.000 jiwa yang dilakukan oleh Kapten Raymond Westerling pada tahun 1946-1947. Karena kejadian tersebut, lokasi ini menjadi salah satu tempat angker di Makassar.
Baca Juga: Doa Masuk Tempat Angker, Insya Allah Aman dari Gangguan
3. Museum Kota Makassar
Museum Kota Makassar menjadi salah satu tempat angker di Makassar. Banyak cerita mulai dari pengunjung hingga penjaga museum yang menyebutkan kerap mendengarkan suara aneh di dalam museum yang dibangun zaman kolonial Belanda ini.
Awalnya bangunan ini bernaman Gemeentehuis dibangun pada tahun 1918 oleh pemerintah Belanda untuk difungsikan sebagai Kantor Wali Kota Makassar, kemudian Kantor Bappeda dan sekarang difungsikan sebagai Museum Kota Makassar.
Sebenarnya bangunan ini digunakan sebagai tempat para pimpinan eksekutif menjalankan kegiatannya, yang merupakan lambang keberadaan pemerintah Belanda di Kota Makassar. Gedung Gemeentehuis diresmikan pada tahun 1918 oleh Wali Kota Makassar pertama J.E. Dan Brink, sebagai realisasi secara fisik bangunan dari pelaksanaan politik desentralisasi yang sudah berlangsung lebih 10 tahun sebelumnya.
Salah satu tempat angker di Makassar yakni monumen Korban 40.000 jiwa. Lokasi yang berada di Utara Kota Makassar yakni tepatnya di Kecamatan Tallo penuh kisah kelam di masa lalu.
Monumen ini sebenarnya untuk mengenang tragedi pembantaian dan juga korban 40.000 jiwa yang dilakukan oleh Kapten Raymond Westerling pada tahun 1946-1947. Karena kejadian tersebut, lokasi ini menjadi salah satu tempat angker di Makassar.
Baca Juga: Doa Masuk Tempat Angker, Insya Allah Aman dari Gangguan
3. Museum Kota Makassar
Museum Kota Makassar menjadi salah satu tempat angker di Makassar. Banyak cerita mulai dari pengunjung hingga penjaga museum yang menyebutkan kerap mendengarkan suara aneh di dalam museum yang dibangun zaman kolonial Belanda ini.
Awalnya bangunan ini bernaman Gemeentehuis dibangun pada tahun 1918 oleh pemerintah Belanda untuk difungsikan sebagai Kantor Wali Kota Makassar, kemudian Kantor Bappeda dan sekarang difungsikan sebagai Museum Kota Makassar.
Sebenarnya bangunan ini digunakan sebagai tempat para pimpinan eksekutif menjalankan kegiatannya, yang merupakan lambang keberadaan pemerintah Belanda di Kota Makassar. Gedung Gemeentehuis diresmikan pada tahun 1918 oleh Wali Kota Makassar pertama J.E. Dan Brink, sebagai realisasi secara fisik bangunan dari pelaksanaan politik desentralisasi yang sudah berlangsung lebih 10 tahun sebelumnya.
Lihat Juga :