11 Sekolah di Palembang Terpapar COVID-19, Dinkes Minta PTM Dievaluasi
Selasa, 08 Februari 2022 - 03:28 WIB
loading...
A
A
A
Dengan bertambahnya jumlah siswa sekolah yang terpapar COVID-19, lanjut Lesty, maka kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) harus kembali dievaluasi. "Harus ditinjau lagi proses pembelajarannya, apakah sebaiknya dilakukan PTM secara bertahap, misal 50:50," ucapnya.
Menurut Lesty, jika pihak sekolah tidak bisa mengatur jumlah siswa yang harus menjalankan PTM, paling tidak harus disiasati 50 persen yang tatap muka, 50 persen lagi secara daring dan dilakukan secara bergantian.
"Jika dari total siswa yang ada dan yang terpapar COVID-19 mencapai 5 persen maka sebaiknya dilakukan pembelajaran daring saja. Jadi harus dilihat terus perkembangannya," pesannya.
Diungkapkan Lesty, bahwa saat ini penularan COVID-19 sedang mengalami peningkatan. Terlebih ada diduga varian Omicron di Palembang, yang penularannya empat kali lebih cepat dari sebelumnya."Yang harus dilakukan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi. Jadi, prokes tetap harus dilakukan dengan ketat dan percepat proses vaksinasi," ungkapnya.
Menurutnya, kalau persentase yang terpapar sudah tinggi, maka harus ada kebijakan khusus, dan memang tidak bisa satu sektor. Untuk itu, kepada sekolah diharapkan memperhatikan anak didiknya untuk menerapkan prokes dengan ketat. Baca juga: Sembuh dari Covid, Menteri ESDM Arifin Tasrif Langsung Gelar Rapat di Kantor
Menurut Lesty, jika pihak sekolah tidak bisa mengatur jumlah siswa yang harus menjalankan PTM, paling tidak harus disiasati 50 persen yang tatap muka, 50 persen lagi secara daring dan dilakukan secara bergantian.
"Jika dari total siswa yang ada dan yang terpapar COVID-19 mencapai 5 persen maka sebaiknya dilakukan pembelajaran daring saja. Jadi harus dilihat terus perkembangannya," pesannya.
Diungkapkan Lesty, bahwa saat ini penularan COVID-19 sedang mengalami peningkatan. Terlebih ada diduga varian Omicron di Palembang, yang penularannya empat kali lebih cepat dari sebelumnya."Yang harus dilakukan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan vaksinasi. Jadi, prokes tetap harus dilakukan dengan ketat dan percepat proses vaksinasi," ungkapnya.
Menurutnya, kalau persentase yang terpapar sudah tinggi, maka harus ada kebijakan khusus, dan memang tidak bisa satu sektor. Untuk itu, kepada sekolah diharapkan memperhatikan anak didiknya untuk menerapkan prokes dengan ketat. Baca juga: Sembuh dari Covid, Menteri ESDM Arifin Tasrif Langsung Gelar Rapat di Kantor
Lihat Juga :