Cuma karena Tak Punya KK dan KTP, Pria Miskin Ini Tak Dapat Bantuan Pemerintah
Kamis, 23 April 2020 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
Ia sendiri tinggal di lingkungan tersebut sejak tahun 1996 dan bekerja sebagai buruh harian di pabrik tahu milik warga setempat. Kadir sering berpindah-pindah tempat tinggal karena tak memiliki keluarga di Prabumulih.
"Saya tidak bisa bekerja seperti dulu dikarenakan sakit sejak dua tahun terakhir. Bersyukur masih ada warga yang iba dengan saya. Mereka bangunkan rumah untuk saya tinggali," tutur Kadir dengan nada lirih kepada sindonews.com.
Ungkapan rasa iba dan prihatin turut dirasakan Roni, tetangga Kadir. Meski hidup jauh dari kata layak, namun sejauh ini tetangganya tersebut belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Prabumulih, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta Bantuan Langsung Tunai (BLT). Terlebih bantuan sembako dari pemerintah bagi yang terdampak virus Corona baru-baru ini.
"Alasan pemerintah setempat tidak bisa membantu karena Kadir tak memiliki KK dan KTP. Namun, jika ia sakit kami tinggal telepon 119 PSC dan segera datang mengecek kesehatan Kadir," jelas Roni yang diamini warga lainya.
Roni dan warga lainya berharap pemerintah setempat dapat segera melihat kondisi tetangganya tersebut. Selain itu, dapat dipermudah dalam pembuatan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk, agar bisa diberikan bantuan seperti warga yang tidak mampu lainya."Kita hanya bisa berharap pemerintah segera turun melihat kondisi Kadir ini. Kasihan ia hidup sendiri dan tanpa kelurga," harapnya.
"Saya tidak bisa bekerja seperti dulu dikarenakan sakit sejak dua tahun terakhir. Bersyukur masih ada warga yang iba dengan saya. Mereka bangunkan rumah untuk saya tinggali," tutur Kadir dengan nada lirih kepada sindonews.com.
Ungkapan rasa iba dan prihatin turut dirasakan Roni, tetangga Kadir. Meski hidup jauh dari kata layak, namun sejauh ini tetangganya tersebut belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Prabumulih, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta Bantuan Langsung Tunai (BLT). Terlebih bantuan sembako dari pemerintah bagi yang terdampak virus Corona baru-baru ini.
"Alasan pemerintah setempat tidak bisa membantu karena Kadir tak memiliki KK dan KTP. Namun, jika ia sakit kami tinggal telepon 119 PSC dan segera datang mengecek kesehatan Kadir," jelas Roni yang diamini warga lainya.
Roni dan warga lainya berharap pemerintah setempat dapat segera melihat kondisi tetangganya tersebut. Selain itu, dapat dipermudah dalam pembuatan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk, agar bisa diberikan bantuan seperti warga yang tidak mampu lainya."Kita hanya bisa berharap pemerintah segera turun melihat kondisi Kadir ini. Kasihan ia hidup sendiri dan tanpa kelurga," harapnya.
Lihat Juga :