Cuma karena Tak Punya KK dan KTP, Pria Miskin Ini Tak Dapat Bantuan Pemerintah
Kamis, 23 April 2020 - 19:57 WIB
loading...
Pria Penderita TBC yang Hidup dari Bantuan Tetangga. Foto/SINDOnews/BerrieBrima
A
A
A
PRABUMULIH - Satu per satu kisah sedih di Sumatera Selatan terungkap. Kemarin, republik ini heboh dengan berita kakak beradik yatim piatu yang kelaparan di Kabupaten Muara Enim. Kini giliran cerita seorang warga di Kota Prabumulih.
Tinggal di bangunan dengan luas hanya 2×2 meter persegi, berlantaikan semen, dan tidur beralaskan tikar dengan penerangan cahaya hanya 5 Watt, Kadir (42), warga Jl. Kerinci RT 03 RW 01, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, bertahan hidup hanya dengan mengandalkan bantuan dari tetangga yang iba kepadanya.
Hampir setiap hari, dengan baju lusuhnya, Kadir duduk di depan pintu rumah dengan tatapan mata kosong ke depan. Sudah lama ia tidak bisa bekerja akibat sakit yang kronis yang dideritanya sejak dua tahun terakhir. ( Baca: Luka Serius di Bagian Perut, Penyebab Meninggalnya Pahri )
Kadir yang belum menikah tinggal di rumah yang jauh dari kata layak untuk dijadikan tempat tinggal.
Dengan menahan sakit Tuberculosis (TBC) yang diderita, Kadir bercerita kalau rumah yang ia tinggali sejak dua tahun lalu itu merupakan miliki Nurmila, warga setempat, yang dibangun secara gotong-royong.
Tinggal di bangunan dengan luas hanya 2×2 meter persegi, berlantaikan semen, dan tidur beralaskan tikar dengan penerangan cahaya hanya 5 Watt, Kadir (42), warga Jl. Kerinci RT 03 RW 01, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, bertahan hidup hanya dengan mengandalkan bantuan dari tetangga yang iba kepadanya.
Hampir setiap hari, dengan baju lusuhnya, Kadir duduk di depan pintu rumah dengan tatapan mata kosong ke depan. Sudah lama ia tidak bisa bekerja akibat sakit yang kronis yang dideritanya sejak dua tahun terakhir. ( Baca: Luka Serius di Bagian Perut, Penyebab Meninggalnya Pahri )
Kadir yang belum menikah tinggal di rumah yang jauh dari kata layak untuk dijadikan tempat tinggal.
Dengan menahan sakit Tuberculosis (TBC) yang diderita, Kadir bercerita kalau rumah yang ia tinggali sejak dua tahun lalu itu merupakan miliki Nurmila, warga setempat, yang dibangun secara gotong-royong.
Lihat Juga :