Banjir Pekalongan Tak Kunjung Surut, Ratusan Warga Masih Berada di Pengungsian
Senin, 07 Februari 2022 - 07:18 WIB
loading...
Banjir masih merendam sebagian wilayah di Pekalongan, Jawa Tengah. Tingginya curah hujan, membuat banjir tak kunjung surut. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
A
A
A
PEKALONGAN - Ratusan warga korban banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, masih bertahan di pengungsian dengan kondisi memprihatinkan. Curah hujan yang masih tinggi, membuat permukiman warga masih terendam banjir.
Baca juga: Banjir Setinggi 1,5 Meter Terjang Permukiman Padat, Paksa Warga di Bukittinggi Mengungsi
Para pengungsi korban banjir sangat membutuhkan obat-obatan, popok bayi, susu, makanan siap saji, serta air minum. Warga yang mengungsi, didominasi dari Kelurahan Tirto, dan Kelutahan Pasirsari, Kota Pekalongan, yang memang berada di bantaran Sungai Bremi.
Luapan Sungai Bremi, membuat ratusan rumah warga terendam banjir setinggi satu meter. "Warga mengungsi di tempat-tempat yang kami sediakan, dengan kondisi seadanya. Ada sekitar 100 orang masih bertahan di Mushola Al Hikmah, karena khawatir adanya banjir susulan," ujar Ketua RW, Dwi Junaedi.
Baca juga: Polwan Cantik Manado Disebut Jadi Buron Usai Viral Video Asusila, Ini Kata Kabid Humas Polda Sulut
Para pengungsi mengeluhkan lambannya pemerintah dalam mengatasi banjir tahunan tersebut. Mereka berharap, tanggul sungai segera ditinggikan, dan dibangun rumah pompa sebagai pengendali banjir. Mengantisipasi semakin tingginya luapan banjir, warga membangun tanggul dengan karung berisi pasir dan pompa air seadanya.
Baca juga: Banjir Setinggi 1,5 Meter Terjang Permukiman Padat, Paksa Warga di Bukittinggi Mengungsi
Para pengungsi korban banjir sangat membutuhkan obat-obatan, popok bayi, susu, makanan siap saji, serta air minum. Warga yang mengungsi, didominasi dari Kelurahan Tirto, dan Kelutahan Pasirsari, Kota Pekalongan, yang memang berada di bantaran Sungai Bremi.
Luapan Sungai Bremi, membuat ratusan rumah warga terendam banjir setinggi satu meter. "Warga mengungsi di tempat-tempat yang kami sediakan, dengan kondisi seadanya. Ada sekitar 100 orang masih bertahan di Mushola Al Hikmah, karena khawatir adanya banjir susulan," ujar Ketua RW, Dwi Junaedi.
Baca juga: Polwan Cantik Manado Disebut Jadi Buron Usai Viral Video Asusila, Ini Kata Kabid Humas Polda Sulut
Para pengungsi mengeluhkan lambannya pemerintah dalam mengatasi banjir tahunan tersebut. Mereka berharap, tanggul sungai segera ditinggikan, dan dibangun rumah pompa sebagai pengendali banjir. Mengantisipasi semakin tingginya luapan banjir, warga membangun tanggul dengan karung berisi pasir dan pompa air seadanya.
(eyt)
Lihat Juga :