10 Warga Sukabumi Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Selamatan Keluarga
Jum'at, 04 Februari 2022 - 04:48 WIB
loading...
Sepuluh anggota keluarganya menjalani perawatan intensip. Mereka megahu mual dan muntah uasi mengosumsi makanan yang disedikan, Foto: MPI/Dharmawan Hadi
A
A
A
SUKABUMI - Sebanyak 10 orang warga yang merupakan satu keluarga besar di Kampung Nutug RT 23/09, Desa dan Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi , mengalami keracunan makanan.
Petugas Kesehatan Puskesmas Kalapanunggal, Adji mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal ada salah satu warga datang ke puskesmas untuk berobat dengan keluhan mual dan pusing.
"Saat ditanya warga yang berobat itu mengaku sudah mengonsumsi makanan dari acara 40 hari kelahiran anak dari keluarganya yang berobat itu," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (3/2/2022) malam.
![10 Warga Sukabumi Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Selamatan Keluarga]()
Baca juga: Tragis! Ibu dan Anak Tewas Usai Meneguk Minuman Kemasan
Lebih lanjut Adji mengatakan bahwa setelah mendapatkan pengakuan tersebut, petugas kesehatan Puskesmas Kalapanunggal langsung mendatangi lokasi yang diduga terjadinya keracunan itu dan ternyata keluhan mual dan pusing itu dirasakan oleh 9 warga lainnya.
"Dari 10 orang itu terdiri dari orang dewasa dan anak-anak, setelah itu kami petugas Puskesmas membawa warga yang diduga keracunan tersebut ke UGD Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (Poned) Kalapanunggal untuk dilakukan observasi," tuturnya.
Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kalapanunggal, Muhammad Riyandi Putra mengatakan bahwa berawal dari keluarga Endin mengadakan acara syukuran 40 hari kelahiran anaknya dan dihadiri oleh 11 orang keluarga besarnya.
Baca juga: Heboh Todongkan Pistol dan Tongkat ke Sopir Truk, Ulah Pengemudi Minibus Ini Viral
'Setelah acara selesai, pihak keluarga menyediakan makanan yang disediakan pihak keluarga yang berupa nasi putih, telur balado, dan mie goreng. Sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga bapak Endin dan anggota keluarga lainnya mulai merasakan keluhan pusing dan mual," ujarnya.
Riyandi menambahkan bahwa kondisi terakhir korban masih dirawat di Poned Puskesmas Kalapanunggal dan ambulans setiap desa disiagakan untuk kepentingan darurat.
"Alhamdulilah, setelah penanganan dan dilakukanya observasi, warga yang diduga keracunan sudah membaik namun masih ada satu orang yang masih dalam penanganan," ujarnya.
Baca juga: Tak Tahan Difitnah Korupsi Lewat 'Surat Kaleng', Dokter di Ciamis Lapor Polisi
Di tempat lain, Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman saat dikonfirmasi terkait adanya kejadian dugaan keracunan makanan itu, membenarkannya setelah mendapatkan laporan dari Kapolsek Kalapanunggal.
"Upaya Kepolisian Polsek Kalapanunggal adalah dengan telah membawa sampel makanan tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk diuji di laboratorium kandungan di dalamnya," pungkasnya.
Petugas Kesehatan Puskesmas Kalapanunggal, Adji mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal ada salah satu warga datang ke puskesmas untuk berobat dengan keluhan mual dan pusing.
"Saat ditanya warga yang berobat itu mengaku sudah mengonsumsi makanan dari acara 40 hari kelahiran anak dari keluarganya yang berobat itu," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (3/2/2022) malam.

Baca juga: Tragis! Ibu dan Anak Tewas Usai Meneguk Minuman Kemasan
Lebih lanjut Adji mengatakan bahwa setelah mendapatkan pengakuan tersebut, petugas kesehatan Puskesmas Kalapanunggal langsung mendatangi lokasi yang diduga terjadinya keracunan itu dan ternyata keluhan mual dan pusing itu dirasakan oleh 9 warga lainnya.
"Dari 10 orang itu terdiri dari orang dewasa dan anak-anak, setelah itu kami petugas Puskesmas membawa warga yang diduga keracunan tersebut ke UGD Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (Poned) Kalapanunggal untuk dilakukan observasi," tuturnya.
Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kalapanunggal, Muhammad Riyandi Putra mengatakan bahwa berawal dari keluarga Endin mengadakan acara syukuran 40 hari kelahiran anaknya dan dihadiri oleh 11 orang keluarga besarnya.
Baca juga: Heboh Todongkan Pistol dan Tongkat ke Sopir Truk, Ulah Pengemudi Minibus Ini Viral
'Setelah acara selesai, pihak keluarga menyediakan makanan yang disediakan pihak keluarga yang berupa nasi putih, telur balado, dan mie goreng. Sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga bapak Endin dan anggota keluarga lainnya mulai merasakan keluhan pusing dan mual," ujarnya.
Riyandi menambahkan bahwa kondisi terakhir korban masih dirawat di Poned Puskesmas Kalapanunggal dan ambulans setiap desa disiagakan untuk kepentingan darurat.
"Alhamdulilah, setelah penanganan dan dilakukanya observasi, warga yang diduga keracunan sudah membaik namun masih ada satu orang yang masih dalam penanganan," ujarnya.
Baca juga: Tak Tahan Difitnah Korupsi Lewat 'Surat Kaleng', Dokter di Ciamis Lapor Polisi
Di tempat lain, Kasi Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman saat dikonfirmasi terkait adanya kejadian dugaan keracunan makanan itu, membenarkannya setelah mendapatkan laporan dari Kapolsek Kalapanunggal.
"Upaya Kepolisian Polsek Kalapanunggal adalah dengan telah membawa sampel makanan tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk diuji di laboratorium kandungan di dalamnya," pungkasnya.
(nic)
Lihat Juga :