Pemkab Gowa Kejar Target Kepesertaan JKN-KIS
Kamis, 03 Februari 2022 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini total penduduk Kabupaten Gowa yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yakni 88,61 persen atau 681.117 dari 767.682 jumlah penduduk. Kepeseraan itu baik PBI maupun mandiri.
"Kita belum mencapai target karena ada beberapa kendala, seperti anggaran karena harus mengalokasikan dengan menanggung. Sementara selama pandemi, banyak penduduk kita yang dari mandiri pendapatannya berkurang akhirnya menjadi peserta PBI atau tanggungan pemerintah," jelasnya.
Baca juga:Sambut Pangdam Baru, Bupati Gowa Harap Sinergitas Terus Berlanjut
Sementara, Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro mengatakan terdapat tiga area dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2022 ini. Seperti kepesertaan yang harus dalam satu data Indonesia, sehingga menjadi kewajiban pemerintah menjalankan tata kelola data untuk menghasilkan informasi akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kondisi saat ini sistem informasi masih terpisah-pisah karena banyaknya aplikasi kesehatan yang datanya tidak kerkoneksi sehingga menyebabkan multiple entry dan menjadi beban administrasi sendiri pada fasilitas pelayanan kesehatan," jelasnya.
"Kita belum mencapai target karena ada beberapa kendala, seperti anggaran karena harus mengalokasikan dengan menanggung. Sementara selama pandemi, banyak penduduk kita yang dari mandiri pendapatannya berkurang akhirnya menjadi peserta PBI atau tanggungan pemerintah," jelasnya.
Baca juga:Sambut Pangdam Baru, Bupati Gowa Harap Sinergitas Terus Berlanjut
Sementara, Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro mengatakan terdapat tiga area dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2022 ini. Seperti kepesertaan yang harus dalam satu data Indonesia, sehingga menjadi kewajiban pemerintah menjalankan tata kelola data untuk menghasilkan informasi akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kondisi saat ini sistem informasi masih terpisah-pisah karena banyaknya aplikasi kesehatan yang datanya tidak kerkoneksi sehingga menyebabkan multiple entry dan menjadi beban administrasi sendiri pada fasilitas pelayanan kesehatan," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :