PSBB Transisi, Pengguna Bus Transjakarta Naik 22 Persen per Hari
Jum'at, 12 Juni 2020 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, pasca hari ke tiga PSBB transisi dan berbagai uji coba mekanisme dispatch yang dimodifikasi, kepadatan dan penumpukan penumpang yang ada di halte-halte transit pada saat jam-jam sibuk, pada hari ke lima dan hingga keenam sudah dapat tertangani dengan baik.
"Data dan catatan yang kami miliki, waktu urai berhasil diturunkan dari 25-30 menit pada awal PSBB transisi dimulai hingga kurang dari 5 menit mulai hari ke tiga atau penurunan kepadatan dan penumpukan pelanggan hingga 80 persen," tuturnya.
Dia menerangkan, upaya Transjakarta untuk setiap menit berjibaku mengurai kepadatan dan penumpukan pelanggan selain melakukan modifikasi dengan memastikan sterilisasi jalur untuk kelancaran perjalanan dispatch, juga menambah personel pengatur kepadatan dan penumpukan pelanggan di halte dan antrean. Selain itu, mengatur dan mengawasi kepadatan angkut dalam bus untuk memastikan sesuai dengan protokol jarak untuk memutus penularan virus Covid-19.
"Command Center Tije mengindikasi lokasi halte yang akan padat dan melakukan pilihan dispatch untuk kemudian menginformasikan koordinator wilayah dan halte tertuju untuk dilakukan proses penguraian, petugas menerapkan 4 protokol tindakan," terangnya. (Baca juga: Hari Pertama Perkantoran di Jakarta Buka, Penumpang Transjakarta dan MRT Masih Sepi)
Protokol tindakan itu, kata dia, pengaturan posisi antrean dengan memaksimalkan area halte dengan tetap menjalankan prosedur physical distancing. Lalu, penutupan sementara bagi pelanggan yang hendak masuk dari luar halte.
"Data dan catatan yang kami miliki, waktu urai berhasil diturunkan dari 25-30 menit pada awal PSBB transisi dimulai hingga kurang dari 5 menit mulai hari ke tiga atau penurunan kepadatan dan penumpukan pelanggan hingga 80 persen," tuturnya.
Dia menerangkan, upaya Transjakarta untuk setiap menit berjibaku mengurai kepadatan dan penumpukan pelanggan selain melakukan modifikasi dengan memastikan sterilisasi jalur untuk kelancaran perjalanan dispatch, juga menambah personel pengatur kepadatan dan penumpukan pelanggan di halte dan antrean. Selain itu, mengatur dan mengawasi kepadatan angkut dalam bus untuk memastikan sesuai dengan protokol jarak untuk memutus penularan virus Covid-19.
"Command Center Tije mengindikasi lokasi halte yang akan padat dan melakukan pilihan dispatch untuk kemudian menginformasikan koordinator wilayah dan halte tertuju untuk dilakukan proses penguraian, petugas menerapkan 4 protokol tindakan," terangnya. (Baca juga: Hari Pertama Perkantoran di Jakarta Buka, Penumpang Transjakarta dan MRT Masih Sepi)
Protokol tindakan itu, kata dia, pengaturan posisi antrean dengan memaksimalkan area halte dengan tetap menjalankan prosedur physical distancing. Lalu, penutupan sementara bagi pelanggan yang hendak masuk dari luar halte.
Lihat Juga :