Atap Sekolah di Takalar Ambruk, Legislator Sebut Bangunan Gagal Konstruksi

Selasa, 01 Februari 2022 - 17:14 WIB
loading...
Atap Sekolah di Takalar Ambruk, Legislator Sebut Bangunan Gagal Konstruksi
Kondisi atap salah satu SD di Kabupaten Takalar yang memprihatinkan, dimana legislator Takalar menyebut bangunan sekolah itu gagal konstruksi. Foto: SINDOnews/Ansar Jumasang
A A A
TAKALAR - Atap Sekolah Dasar (SD) 146 Inpres Bontokanang di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, dilaporkan ambruk . Insiden itu terjadi disinyalir karena material atap tidak sesuai standar, sehingga bangunan tersebut tidak bertahan lama.

Anggota DPRD Takalar , Husniah Rahman, menyebut kondisi sekolah tersebut memang memprihatinkan. Pihaknya juga menduga bangunan sekolah itu gagal konstruksi . Musababnya, meski baru setahun rampung tapi sudah banyak mengalami kerusakan.

Baca Juga: Atap Sekolah di Takalar Nyaris Ambruk, Siswa Dipindahkan

''Kemarin itu saat saya kunjungi SD 146 Bonto Kanang, di sana kondisinya buruk. Ya, kekuatan penyanggah plafon sangat buruk dan terdapat beberapa bagian tembok juga terkeluapas,'' kata dia, kepada SINDOnews, Selasa (1/2/2022).

Dari beberapa kerusakan itu, Husnia pun menyimpulkan bangunan tersebut gagal konstruksi. ''SD 146 Bontokanang ini, dari kunjungan kami memang sangat memprihatinkan dan boleh dikatakan gagal konstruksi,'' ucap sang legislator .

Pembangunan sekolah yang dikerjakan 2021 ini kondisinya memang terlihat memprihatinkan, khususnya pada bagian atap dan dinding sekolah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 146 Bontobalang, Hamzah, mengungkapkan atap sekolah yangambruk ini dikelola pihak ketiga. Adapun anggarannya menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dan rampung dua bulan lalu.

“Saya juga kaget, kenapa bisa tiba-tiba runtuh, padahal baru selesai diperbaiki dua bulan lalu,” tutur Hamzah.

Baca Juga: Pasien Omicron di Takalar Diduga Tertular Transmisi Lokal

Hamzah menjelaskan hasil pantauannya, jika ada dugaan kesalahan konstruksi dalam pengerjaan plafon yang dilakukan pihak rekanan. “Kalau saya melihat, ada dugaan kesalahan konstruksi dalam proses pengerjaan plafon sekolah yang lakukan pihak rekanan,” bebernya.

Selain diduga kesalahan konstruksi, Hamzah mengaku tidak mengetahui besaran DAK yang dianggarkan pengerjaan gedung sekolah tersebut. “Saya tidak tahu berapa anggarannya ini pengerjaan plafon, yang saya tahu, ini anggaran dari Dana Alokasi Khusus dari pusat,” tandasnya.
(tri)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1576 seconds (10.177#12.26)