Pastor Indonesia Oscar Surjadi Pidato dalam Demo AS, Dikecam di Tanah Air

Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:02 WIB
loading...
Pastor Indonesia Oscar...
Gambar video aksi pidato Oscar Surjadi, pastor Indonesia yang berbasis di Amerika Serikat (AS), dalam demo Black Lives Matter di Portland. Foto/Tangkapan layar YouTube/Woles Aja
A A A
PORTLAND - Seorang pastor Indonesia yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Oscar Surjadi, menuai kecaman dari para pengguna media sosial di Tanah Air lantaran pidatonya dalam demo Black Lives Matter. Pidatonya dianggap menjelek-jelekkan Indonesia.

Dia menyuarakan perlawanan rasisme ketika bergabung dalam protes pro-George Floyd di Portland. Floyd adalah pria kulit hitam yang tewas setelah lehernya dicekik polisi kulit putih di Minneapolis dan memicu demo rusuh di hampir seluruh wilayah Amerika.

Aksi pidato pastor pemimpin Portland City Blessing Church pada Kamis pekan lalu telah viral di media sosial. Dia terlihat berbicara di depan massa demonstran di sebuah tempat terbuka di Portland. (BACA JUGA: Pelaku Penembakan Masjid di Norwegia Dijatuhi Hukuman 21 Tahun Penjara)

Salah satu ucapan yang menuai kecaman dari para pengguna media sosial di Indonesia adalah; "Saya datang ke AS—bukan untuk ini. Saya lahir di Indonesia dan saya tahu apa artinya (mengalami) prasangka dan diskriminasi."

“Saya pikir saya (melarikan diri) Indonesia, dan saya datang ke sini agar saya bisa bernapas lega. Tetapi saya melihat apa yang telah terjadi sejak minggu lalu, dan hati saya baru saja meleleh," lanjut dia dalam video tersebut.

Para warganet Indonesia menganggap pidato Oscar telah menjelek-jelekkan Indonesia. "Jualan intoleran gagal total! Ini harus diproses, siapa saja minoritas yang dianiaya, di mana, jam berapa hari apa tanggal serta tahun berapa, dengan cara apa, siapa saja saksinya, apa saja alat bukti dstnya. Karena isu minoritas teraniaya menyangkut NKRI," tulis pengguna akun Twitter @NcuhiRiwo.

Pengguna akun @Hilmi28 berkomentar; "Wahai Pendeta Oscar Surjadi, Indonesia adalah negara yg sangat aman dan ramah bagi minoritas. Di negeri ini agama minoritas diberikan jatah libur di setiap hari keagamaannya. Kalau Anda lahir di Indonesia Anda pasti tahu itu. Hentikan menjelek-jelekan negara sendiri di negeri orang!."

"Orang yang mengaku pendeta dan menjelek-jelekkan bangsanya di luar negeri ini pantas dicap pengkhianat. Tidak ada perlakuan rasis terhadap agama mereka. Justru agama mereka diperlakukan lebih istimewa daripada agama mayoritas," imbuh pengguna akun @hermanat3.

Pastor Oscar diketahui lahir di Jakarta. Dia meninggalkan sekolah bisnis dan meninggalkan kariernya di New York untuk menghadiri Philadelphia College of Bible di Philadelphia, Pennsylvania, pada tahun 1995. Sejak itu, dia menjadi agamawan di Amerika.

Menurut situs web resmi gereja, Oscar melayani sebagai pengawas umum Portland City Blessing Church di Portland, Oregon, sejak 1998.

Sementara itu, Oscar dalam wawancaranya dengan Voice of America (VoA) Indonesia mengklarifikasi bahwa pidatonya tidak bermaksud menjelek-jelekkan Indonesia di luar negeri. (BACA JUGA: Malaysia Batalkan Pemberangkatan Ibadah Haji 2020)

"Kalau mereka melihat keseluruhannya dari awal dan akhir, saya itu sebenarnya tidak menjelekkan Indonesia," katanya dalam wawancara Kamis (11/6/2020).

Doa mengatakan bahawa dirinya mengajak para pemrotes untuk mempunyai satu sikap protes yang elegan dengan menyampaikan apa yang pernah dia alami di Indonesia. "Saya mengatakan apa yang Anda alami, saya juga pernah alami. Tetapi itu dulu," katanya.

"Mari kita bikin sesuatu yang elegan, damai. Suara kita dikemukakan, tapi jangan sampai merusak, itu intinya."

Kepada masyarakat Indonesia, Oscar kembali menegaskan bahwa dia tidak bermaksud membuat kontroversi. "Kalau kata-kata saya mengganggu, memperuncing atau mempertajam, saya sebagai hamba Tuhan tidak pernah bermaksud demikian," ujarnya.
(vit)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPD Perindo Surabaya...
DPD Perindo Surabaya Kecam Aksi Rasisme di Laga Futsal Surabaya Vs Malang
Ciutan Rasisme Rektor...
Ciutan Rasisme Rektor ITK Bikin Geger, Mahasiswa Tuntut Mundur
Rasisme Terhadap Pemain...
Rasisme Terhadap Pemain Bola Asli Papua, Persikota Tangerang Terancam Sanksi PSSI
Koalisi Masyarakat dan...
Koalisi Masyarakat dan Ormas Dayak Laporkan Edy Mulyadi ke Polda Kalteng
Edy Mulyadi Tak Meminta...
Edy Mulyadi Tak Meminta Maaf, Kesultanan Kutai: Hukum Adat Lebih Jahat
Dinilai Rasis, Tokoh...
Dinilai Rasis, Tokoh Adat Dayak Bakal Laporkan Edy Mulyadi ke Polda Kaltim
Influencer Indonesia...
Influencer Indonesia Curhat Alami Rasisme di Korea Selatan Viral, Warganet Ikut Geram
Oscar 2027 Memperketat...
Oscar 2027 Memperketat Pembatasan Penggunaan AI untuk Pembuatan Film
Dituding Rasis ke Budaya...
Dituding Rasis ke Budaya Arab, Sabrina Carpenter Minta Maaf
Rekomendasi
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Berita Terkini
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved