Program Makmur PKT Tingkatkan Produktivitas Kentang di Malang hingga 125 Persen
Jum'at, 28 Januari 2022 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Mulai dari penyediaan agri input seperti bibit dan pupuk, akses permodalan bagi petani, pendampingan berkala, asuransi pertanian untuk antisipasi gagal panen, hingga jaminan pembelian hasil panen oleh offtaker secara kontinyu diatas rata-rata harga pasar.
Dari total target 12.000 hektare lahan di tahun 2021, PKT mampu merealisasikan lebih dari 18.000 hektare untuk program Makmur di seluruh wilayah tanggungjawab perusahaan, dengan persentase mencapai 150%. “Khusus Jawa Timur, Program Makmur PKT telah terealisasi seluas 2.800 hektare, yang tersebar di sejumlah daerah dengan beragam komoditas seperti padi, jagung hingga semangka,” terang Meizar.
Program Makmur juga merupakan langkah aktif PKT mengajak generasi muda kembali bertani dan melirik pertanian sebagai sektor potensial untuk dikembangkan, sekaligus mendorong peningkatan penggunaan pupuk non subsidi untuk mengurangi ketergantungan petani akan pupuk subsidi dengan target luasan lahan yang jauh lebih besar, serta menjangkau lebih banyak petani Indonesia pada berbagai komoditas.
“Tahun 2022, PKT menargetkan 60.000 hektare bisa terealisasi di seluruh wilayah tanggungjawab Perusahaan, sehingga seluruh sektor pertanian masyarakat dan kesejahteraan petani semakin meningkat dan berkembang,” tambah Meizar.
SEVP Marketing Operation Pupuk Indonesia Gatoet Gembiro Nugroho, mengatakan keberhasilan program Makmur tak hanya dilihat dari kemudahan akses yang diberikan korporasi bagi petani, tapi juga dipengaruhi semangat serta keinginan para petani untuk lebih maju dan sejahtera.
Dari total target 12.000 hektare lahan di tahun 2021, PKT mampu merealisasikan lebih dari 18.000 hektare untuk program Makmur di seluruh wilayah tanggungjawab perusahaan, dengan persentase mencapai 150%. “Khusus Jawa Timur, Program Makmur PKT telah terealisasi seluas 2.800 hektare, yang tersebar di sejumlah daerah dengan beragam komoditas seperti padi, jagung hingga semangka,” terang Meizar.
Program Makmur juga merupakan langkah aktif PKT mengajak generasi muda kembali bertani dan melirik pertanian sebagai sektor potensial untuk dikembangkan, sekaligus mendorong peningkatan penggunaan pupuk non subsidi untuk mengurangi ketergantungan petani akan pupuk subsidi dengan target luasan lahan yang jauh lebih besar, serta menjangkau lebih banyak petani Indonesia pada berbagai komoditas.
“Tahun 2022, PKT menargetkan 60.000 hektare bisa terealisasi di seluruh wilayah tanggungjawab Perusahaan, sehingga seluruh sektor pertanian masyarakat dan kesejahteraan petani semakin meningkat dan berkembang,” tambah Meizar.
SEVP Marketing Operation Pupuk Indonesia Gatoet Gembiro Nugroho, mengatakan keberhasilan program Makmur tak hanya dilihat dari kemudahan akses yang diberikan korporasi bagi petani, tapi juga dipengaruhi semangat serta keinginan para petani untuk lebih maju dan sejahtera.
Lihat Juga :