Organda Bandung Barat Berharap New Normal Kembalikan Penghasilan Sopir
Kamis, 11 Juni 2020 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tekankan kepada para sopir untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Meski saya yakin belum semua beroperasi karena anak sekolah masih libur di era new normal, padahal potensi mereka bisa menyumbang hingga 40% pemasukkan sopir," terangnya.
Pria yang akrab disapa Ucok bersyukur hingga saat ini belum ada sopir positif terjangkit virus Corona (COVID-19). Menurut dia, salah satunya karena organda rutin menyemprotkan disinfektan pada kendaraan ke angkutan umum. Sopir dan penumpang juga selalu memakai masker serta menjaga jarak duduk.
(Baca: Pulang dari Ruang Isolasi COVID-19, Ketua RT Diarak Keliling Kompleks)
Terpisah, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan KBB, Eman Sulaeman mengaku hingga kini pihaknya belum mendapatkan surat resmi dari Kemenhub terkait aturan bagi angkutan umum di new normal. Oleh sebab itu, secara teknis Dishub belum melakukan sosialisasi soal aturan di new normal kepada 1.429 sopir angkutan umum, 1.467 ojek pangkalan, dan 718 ojek online yang terdata di Dishub Kabupaten Bandung Barat.
"Secepatnya kami akan sampaikan ketika sudah ada, supaya tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," katanya.
Pria yang akrab disapa Ucok bersyukur hingga saat ini belum ada sopir positif terjangkit virus Corona (COVID-19). Menurut dia, salah satunya karena organda rutin menyemprotkan disinfektan pada kendaraan ke angkutan umum. Sopir dan penumpang juga selalu memakai masker serta menjaga jarak duduk.
(Baca: Pulang dari Ruang Isolasi COVID-19, Ketua RT Diarak Keliling Kompleks)
Terpisah, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan KBB, Eman Sulaeman mengaku hingga kini pihaknya belum mendapatkan surat resmi dari Kemenhub terkait aturan bagi angkutan umum di new normal. Oleh sebab itu, secara teknis Dishub belum melakukan sosialisasi soal aturan di new normal kepada 1.429 sopir angkutan umum, 1.467 ojek pangkalan, dan 718 ojek online yang terdata di Dishub Kabupaten Bandung Barat.
"Secepatnya kami akan sampaikan ketika sudah ada, supaya tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," katanya.
(muh)
Lihat Juga :