Organda Bandung Barat Berharap New Normal Kembalikan Penghasilan Sopir
Kamis, 11 Juni 2020 - 19:30 WIB
loading...
Ketua Organda Bandung Barat Asep Dedi Setiawan. Foto: SINDOnews/Adi Haryanto B
A
A
A
BANDUNG BARAT - Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak diperpanjang lagi. Sebaliknya mereka ingin agar kebijakan adaptasi kenormalan baru atau new normal segera diterapkan demi menyelamatkan kehidupan para sopir angkutan umum.
"PSBB di KBB akan berakhir Jumat (12/6/2020), kami berharap bisa masuk ke era new normal agar aktivitas pelaku penyedia angkutan umum khususnya di KBB bisa kembali normal lagi seperti dulu," kata Ketua Organda Bandung Barat, Asep Dedi Setiawan di Batujajar, Kamis (11/6/2020).
Sejak pembatasan diberlakukan, kehidupan ekonomi para sopir memang babak belur. Ini karena jumlah masyarakat yang menggunakan angkutan umum berkurang drastis sebagai dampak kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Menurut Asep, Adanya pembatasan jam operasional dan penumpang sebanyak 50% semakin membuat pendapatan harian sopir angkutan terjun bebas hingga 80%.
(Baca: 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat Belum Ajukan AKB)
Menyambut new normal, internal Organda Bandung Barat telah membahas persiapan di lapangan. Misalnya, bagaimana tetap bisa menjalankan protokol kesehatan kendati penumpang yang diangkut 100%. Seperti memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, atau melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala ke angkutan umum seperti yang sebelumnya sudah dilakukan.
"PSBB di KBB akan berakhir Jumat (12/6/2020), kami berharap bisa masuk ke era new normal agar aktivitas pelaku penyedia angkutan umum khususnya di KBB bisa kembali normal lagi seperti dulu," kata Ketua Organda Bandung Barat, Asep Dedi Setiawan di Batujajar, Kamis (11/6/2020).
Sejak pembatasan diberlakukan, kehidupan ekonomi para sopir memang babak belur. Ini karena jumlah masyarakat yang menggunakan angkutan umum berkurang drastis sebagai dampak kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Menurut Asep, Adanya pembatasan jam operasional dan penumpang sebanyak 50% semakin membuat pendapatan harian sopir angkutan terjun bebas hingga 80%.
(Baca: 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat Belum Ajukan AKB)
Menyambut new normal, internal Organda Bandung Barat telah membahas persiapan di lapangan. Misalnya, bagaimana tetap bisa menjalankan protokol kesehatan kendati penumpang yang diangkut 100%. Seperti memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, atau melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala ke angkutan umum seperti yang sebelumnya sudah dilakukan.
Lihat Juga :