Kisah Tragis Warga Desa Miliarder di Tuban, Kini untuk Makan Terpaksa Harus Jual Sapi
Selasa, 25 Januari 2022 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
Uang ratusan juta yang didapatkan dari pembayaran pembebasan lahan dan bangunan rumahnya yang lama, kini tak bersisa lagi. Setiap hari Musanam hanya mencari rumput untuk tiga ekor sapinya. "Tiga sapi lainnya sudah saya jual untuk makan sekeluarga," terangnya dengan nada pilu.
Baca juga: 15 Karyawan dan Tamu THM Double O Hilang Pasca Amuk Massa dan Pembakaran di Sorong
Musanam mengaku menyesal menjual tanahnya di sekitar kilang minyak Tuban, karena dahulu dia setiap hari bisa mengunjungi lahannya untuk bercocok tanam. Kini, setelah lahan dan rumahnya tergusur proyek pembangunan kilang minyak, dia tak punya lahan lagi untuk bercocok tanam.
Dia dan keluarganya telah menempati rumah baru, yang masih terletak dalam satu desa dengan rumahnya dahulu. Masih diingatnya kala itu, tanahnya dibebaskan dengan harga Rp1 juta per meter persegi, dan dibayar lunas pada tahun 2020.
Uang itu, lantas dipakai membangun rumah barunya yang kini ditempatinya bersama istrinya, Suti. Sedangkan anaknya, Anis, yang dahulu dijanjikan pekerjaan di kilang minyak tersebut, hingga kini janji itu tak kunjung mendapat jawaban.
Baca juga: 15 Karyawan dan Tamu THM Double O Hilang Pasca Amuk Massa dan Pembakaran di Sorong
Musanam mengaku menyesal menjual tanahnya di sekitar kilang minyak Tuban, karena dahulu dia setiap hari bisa mengunjungi lahannya untuk bercocok tanam. Kini, setelah lahan dan rumahnya tergusur proyek pembangunan kilang minyak, dia tak punya lahan lagi untuk bercocok tanam.
Dia dan keluarganya telah menempati rumah baru, yang masih terletak dalam satu desa dengan rumahnya dahulu. Masih diingatnya kala itu, tanahnya dibebaskan dengan harga Rp1 juta per meter persegi, dan dibayar lunas pada tahun 2020.
Uang itu, lantas dipakai membangun rumah barunya yang kini ditempatinya bersama istrinya, Suti. Sedangkan anaknya, Anis, yang dahulu dijanjikan pekerjaan di kilang minyak tersebut, hingga kini janji itu tak kunjung mendapat jawaban.
(eyt)
Lihat Juga :