Kisah Sunan Gresik Selamatkan Gadis Yatim Piatu dari Ritual Kurban Minta Hujan
Senin, 24 Januari 2022 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Kisahnya, suatu waktu, seperti biasa Syeh berkeliling dari kampung ke kampung. Tibalah dia, pada suatu siang yang terik di suatu kampung. Dari jauh dia melihat ada kerumunan banyak warga di satu tempat. Karena ingin tahu, apa yang sedang dilakukan warga pada siang yang panas di musim kemarau itu, Syeh Maulana pun mendekat. Betapa kagetnya, ketika Syeh melihat ada seorang gadis yang sedang diikat, diapit dua lelaki kekar dan berwajah bengis.
Lebih kaget lagi, ketika Syeh mendapat informasi bahwa gadis berbalut kain putih itu adalah anak yatim piatu yang hendak dipersembahkan kepada dewa untuk meminta hujan. Seketika, Syeh merasa iba dan ingin menyelamatkan gadis malang itu. Baca juga: Kisah Syekh Maulana Malik Ibrahim, Memiliki Karomah Turunkan Hujan dan Disegani Raja Majapahit
Mengetahui Syeh hendak menggagalkan ritual minta hujan itu, pemimpin ritual meminta kedua lelaki berwajah serem mengamankan Syeh. Keduanya siap menjalankan perintah. Anehnya, baru hendak melangkah menangkap Syeh, lutut kedua pria kekar itu ngilu, serasa kaku dan tidak bisa melangkah mendekati Syeh.
Pemimpin ritual pun segera bertindak untuk melanjutkan ritual. Ia mencabut belati dan hendak menikam gadis itu. Anehnya, tangan sang pemimpin ritual juga ngilu dan tidak bisa menghujam tubuh kurban persembahan.
Lalu dengan tenang Syeh membuka dialog. Syeh bertanya, "Sudah berapa kali melakukan ritual minta hujan kepada dewa dengan kurban nyawa manusia?" Mereka menjawab, "Sudah tiga kali". "Apakah hujan sudah turun?" "Belum," jawab warga kompak.
Kemudian Syeh melakukan negosiasi dengan menawarkan dirinya saja yang berdoa minta hujan, asalkan gadis yatim piatu itu tidak dibunuh. Permintaan Syeh diterima. Syeh Maulana kemudian memimpin shalat Istisqa' untuk memohon hujan kepada Allah.
Saat Syeh memimpin shalat, langit tampak mendung dan menjadi gelap. Hujan lebat kemudian mengguyur wilayah itu. Warga sangat gembira atas hujan itu karena apa yang merekam rindukan sungguh terpenuhi.
Gadis yatim piatu itu pun diselamatkan. Pada kesempatan itulah Syeh menyampaikan dakwah, menyampaikan ajaran agar anak yatim piatu harus dilindungi, bukan malah dijadikan kurban persembahan bagi dewa.
Lebih kaget lagi, ketika Syeh mendapat informasi bahwa gadis berbalut kain putih itu adalah anak yatim piatu yang hendak dipersembahkan kepada dewa untuk meminta hujan. Seketika, Syeh merasa iba dan ingin menyelamatkan gadis malang itu. Baca juga: Kisah Syekh Maulana Malik Ibrahim, Memiliki Karomah Turunkan Hujan dan Disegani Raja Majapahit
Mengetahui Syeh hendak menggagalkan ritual minta hujan itu, pemimpin ritual meminta kedua lelaki berwajah serem mengamankan Syeh. Keduanya siap menjalankan perintah. Anehnya, baru hendak melangkah menangkap Syeh, lutut kedua pria kekar itu ngilu, serasa kaku dan tidak bisa melangkah mendekati Syeh.
Pemimpin ritual pun segera bertindak untuk melanjutkan ritual. Ia mencabut belati dan hendak menikam gadis itu. Anehnya, tangan sang pemimpin ritual juga ngilu dan tidak bisa menghujam tubuh kurban persembahan.
Lalu dengan tenang Syeh membuka dialog. Syeh bertanya, "Sudah berapa kali melakukan ritual minta hujan kepada dewa dengan kurban nyawa manusia?" Mereka menjawab, "Sudah tiga kali". "Apakah hujan sudah turun?" "Belum," jawab warga kompak.
Kemudian Syeh melakukan negosiasi dengan menawarkan dirinya saja yang berdoa minta hujan, asalkan gadis yatim piatu itu tidak dibunuh. Permintaan Syeh diterima. Syeh Maulana kemudian memimpin shalat Istisqa' untuk memohon hujan kepada Allah.
Saat Syeh memimpin shalat, langit tampak mendung dan menjadi gelap. Hujan lebat kemudian mengguyur wilayah itu. Warga sangat gembira atas hujan itu karena apa yang merekam rindukan sungguh terpenuhi.
Gadis yatim piatu itu pun diselamatkan. Pada kesempatan itulah Syeh menyampaikan dakwah, menyampaikan ajaran agar anak yatim piatu harus dilindungi, bukan malah dijadikan kurban persembahan bagi dewa.
Lihat Juga :