Viral Curhatan Seorang Ibu Korban Tabrakan, Anak Meninggal tapi Pelaku Tidak Tanggung Jawab
Minggu, 23 Januari 2022 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
"Kami cuma minta supaya anak saya boleh dikeluarkan dari rumah sakit, tapi kalian cuma janji sampai ditelepon-telepon sudah tidak aktif, kami keluarga yang berusaha sendiri supaya jenazah anak saya boleh keluar dari rumah sakit. Meninggal jam setengah sembilan malam keluar rumah sakti nanti besok pagi kasihan. Orangtua mana yang tidak sakit hati ada jadi begini," tambahnya.
Dalam curhatannya, dia menanyakan hati nurani dari pelaku tabrakan. Karena kelalaian kalian berkendara sampai jadi begini semuanya. Memang kecelakaan tidak kami minta, tapi kalian yang buat. Baca: Dinilai Rasis, Tokoh Adat Dayak Bakal Laporkan Edy Mulyadi ke Polda Kaltim.
"Alasan mengantuk, jangan bawa mobil kalau mengantuk, berhenti, tidur kalau mengantuk bukan paksa bawa mobil, itu namanya kelalaian," tulisnya.
Menurutnya, dari meninggal hingga pemakaman adik El, tidak ada tanggungjawab dari pelaku. Untuk pengobatan dari Silvanita yang hingga kini masih dirawat dirumah sakit, pelaku tutup mata. Bahkan dia mengaku sempat ditawari uang Rp30 juta dengan syarat pelaku dibebaskan dari hukuman.
"Sekarang kalian bilang kalian sediakan uang 30 juta tapi dibebaskan dari hukuman. Memang nyawa tidak bisa dihitung dengan nominal, tapi biaya rumah sakit sampai sekarang belum bisa kaliang tanggungjawab, Rp 30 juta jauh dari biaya perawatan selama anak saya di rumah sakit, terlanjur sakit hati kami dengan cara kalian seperti ini," pungkasnya. Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tanggamus Lampung, 1 Keluarga Tewas Mengenaskan.
Sejak diunggah dua hari lalu, postingan tersebut sudah mendapat ribuan komentar dan ribuan kali dibagikan.
Dalam curhatannya, dia menanyakan hati nurani dari pelaku tabrakan. Karena kelalaian kalian berkendara sampai jadi begini semuanya. Memang kecelakaan tidak kami minta, tapi kalian yang buat. Baca: Dinilai Rasis, Tokoh Adat Dayak Bakal Laporkan Edy Mulyadi ke Polda Kaltim.
"Alasan mengantuk, jangan bawa mobil kalau mengantuk, berhenti, tidur kalau mengantuk bukan paksa bawa mobil, itu namanya kelalaian," tulisnya.
Menurutnya, dari meninggal hingga pemakaman adik El, tidak ada tanggungjawab dari pelaku. Untuk pengobatan dari Silvanita yang hingga kini masih dirawat dirumah sakit, pelaku tutup mata. Bahkan dia mengaku sempat ditawari uang Rp30 juta dengan syarat pelaku dibebaskan dari hukuman.
"Sekarang kalian bilang kalian sediakan uang 30 juta tapi dibebaskan dari hukuman. Memang nyawa tidak bisa dihitung dengan nominal, tapi biaya rumah sakit sampai sekarang belum bisa kaliang tanggungjawab, Rp 30 juta jauh dari biaya perawatan selama anak saya di rumah sakit, terlanjur sakit hati kami dengan cara kalian seperti ini," pungkasnya. Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tanggamus Lampung, 1 Keluarga Tewas Mengenaskan.
Sejak diunggah dua hari lalu, postingan tersebut sudah mendapat ribuan komentar dan ribuan kali dibagikan.
(nag)
Lihat Juga :