Kondisi Pasien Omicron di Takalar Berangsur Membaik
Minggu, 23 Januari 2022 - 16:50 WIB
loading...
Kondisi pasien yang terpapar virus Covid-19 varian Omicron di Kabupaten Takalar, kini berangsur membaik. Foto: Ilustrasi
A
A
A
TAKALAR - Kondisi pasien yang terpapar virus Covid-19 varian Omicron di Kabupaten Takalar, kini berangsur membaik.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Takalar, dr Rahmawati menerangkan bahwa, kepastian gejala varian Omicron terhadap pasien tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan Litbangkes Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: Kasus Omicron Ditemukan di Takalar, Plt Gubernur Imbau Warga Kurangi Mobilitas
"Alhamdulillah, kondisinya makin membaik. Yang membuat parah adalah karena pasien memiliki komorbid penyakit yang menyerang sistem imunnya. Semoga kondisinya terus stabil. Kami berharap masyarakat tidak panik dan terus menegakkan protokol kesehatan," kata dia.
Diketahui bernama pasien tersebut Nawir (37), Warga Dusun Barua Desa Bontomarannu Kecamatan Galesong Selatan. Nawir sebelumnya sempat lama bermukim di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dikarenakan pria itu bekerja pada perusahaan ikan/telur ikan.
Rahmawati menerangkan, pihaknya mengetahui kasus pertama tersebut setelah Dinkes Provinsi Sulsel menerima hasil pemeriksaan sequencing (WGS) dari PHEOC dan Litbangkes Jakarta pada 20 Januari 2022.
"Jadi hasil itu langsung kami tindak lanjuti. Isolasi ketat langsung kami lakukan terhadap pasien. Selanjutnya, kami langsung lakukan tes SWAB dan PCR ke seluruh nakes dan keluarga yang pernah melakukan interaksi. Hasilnya, alhamdulillah negatif semua," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Takalar, dr Rahmawati menerangkan bahwa, kepastian gejala varian Omicron terhadap pasien tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan Litbangkes Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: Kasus Omicron Ditemukan di Takalar, Plt Gubernur Imbau Warga Kurangi Mobilitas
"Alhamdulillah, kondisinya makin membaik. Yang membuat parah adalah karena pasien memiliki komorbid penyakit yang menyerang sistem imunnya. Semoga kondisinya terus stabil. Kami berharap masyarakat tidak panik dan terus menegakkan protokol kesehatan," kata dia.
Diketahui bernama pasien tersebut Nawir (37), Warga Dusun Barua Desa Bontomarannu Kecamatan Galesong Selatan. Nawir sebelumnya sempat lama bermukim di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dikarenakan pria itu bekerja pada perusahaan ikan/telur ikan.
Rahmawati menerangkan, pihaknya mengetahui kasus pertama tersebut setelah Dinkes Provinsi Sulsel menerima hasil pemeriksaan sequencing (WGS) dari PHEOC dan Litbangkes Jakarta pada 20 Januari 2022.
"Jadi hasil itu langsung kami tindak lanjuti. Isolasi ketat langsung kami lakukan terhadap pasien. Selanjutnya, kami langsung lakukan tes SWAB dan PCR ke seluruh nakes dan keluarga yang pernah melakukan interaksi. Hasilnya, alhamdulillah negatif semua," jelasnya.
Lihat Juga :