Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Maros Capai 70 Persen
Jum'at, 21 Januari 2022 - 18:43 WIB
loading...
Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Maros sudah di angka 70 persen. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAROS - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Maros akhirnya berhasil menyentuh angka 70 persen. Pencapaian ini dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Maros , dr Muhammad Yunus saat dihubungi, Jumat (21/1/2022).
Yunus mengatakan, Kabupaten Maros lamban mencapai target 70 persen lantaran beberapa hal. Seperti, pemahaman masyarakat yang masih kurang terkait vaksin, sehingga banyak yang ragu divaksin. Sebagian masyarakat juga pilih-pilih terhadap jenis vaksin yang ingin disuntikkan.
Baca juga:Vaksinasi Usia 6-11 Tahun di Maros Dimulai, Sasaran 40.084 Anak
"Masyarakat juga memilih-milih jenis vaksin . Kebanyakan memilih sinovac, karena efek sampingnya yang lebih ringan jika dibandingkan dengan vaksin jenis lainnya," ujarnya.
Sementara itu. Saat ini vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk Maros sudah habis. "Khusus Sinovac masih kosong, yang ada Moderna, Coronavac. Moderna sekitar 10 dosis tersebar di 14 puskesmas," ujarnya.
Terkait menipisnya stok vaksin, dia mengaku telah meminta penambahan dosis di Dinas Kesehatan Sulsel ."Kita sudah minta 100 ribu dosis, 60 ribu untuk dosis dua. 40 ribu dosis pertama untuk anak sekolah," jelasnya.
Baca juga:Warga Lembang Parang Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19
Dia menambahkan, meski capaian vaksin telah menyentuh angka 70 persen, namun jumlah sasaran vaksin belum merata di seluruh kecamatan. Ada tiga kecamatan yang capaian vaksinnya masih rendah.
"Kecamatan yang masih rendah capaian vaksinnya, yakni, Kecamatan Turikale, Mandai dan Marusu. Hal ini dikarenakan jumlah sasaran di wilayah mereka tinggi," terangnya.
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung ini menargetkan, seluruh masyarakat Maros sudah divaksin dosis pertama pada bulan Februari 2022 mendatang. "Dan dosis kedua akhir Maret," terangnya.
Baca juga:Program Rp1 Miliar 1 Desa Diproyeksi Ciptakan Pemerataan Pembangunan di Lutim
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya pun telah menyusun berbagai strategi, salah satunya vaksin door to door. "Kami akan lakukan vaksin door to door. Daftar masyarakat yang belum vaksin pun sudah ada sehingga memudahkan untuk dilakukan vaksin door to door," ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam juga baru-baru ini mewajibkan ASN lingkup pemkab membawa lima orang ke lokasi vaksin untuk menjalani vaksinasi.
Yunus mengatakan, Kabupaten Maros lamban mencapai target 70 persen lantaran beberapa hal. Seperti, pemahaman masyarakat yang masih kurang terkait vaksin, sehingga banyak yang ragu divaksin. Sebagian masyarakat juga pilih-pilih terhadap jenis vaksin yang ingin disuntikkan.
Baca juga:Vaksinasi Usia 6-11 Tahun di Maros Dimulai, Sasaran 40.084 Anak
"Masyarakat juga memilih-milih jenis vaksin . Kebanyakan memilih sinovac, karena efek sampingnya yang lebih ringan jika dibandingkan dengan vaksin jenis lainnya," ujarnya.
Sementara itu. Saat ini vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk Maros sudah habis. "Khusus Sinovac masih kosong, yang ada Moderna, Coronavac. Moderna sekitar 10 dosis tersebar di 14 puskesmas," ujarnya.
Terkait menipisnya stok vaksin, dia mengaku telah meminta penambahan dosis di Dinas Kesehatan Sulsel ."Kita sudah minta 100 ribu dosis, 60 ribu untuk dosis dua. 40 ribu dosis pertama untuk anak sekolah," jelasnya.
Baca juga:Warga Lembang Parang Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19
Dia menambahkan, meski capaian vaksin telah menyentuh angka 70 persen, namun jumlah sasaran vaksin belum merata di seluruh kecamatan. Ada tiga kecamatan yang capaian vaksinnya masih rendah.
"Kecamatan yang masih rendah capaian vaksinnya, yakni, Kecamatan Turikale, Mandai dan Marusu. Hal ini dikarenakan jumlah sasaran di wilayah mereka tinggi," terangnya.
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung ini menargetkan, seluruh masyarakat Maros sudah divaksin dosis pertama pada bulan Februari 2022 mendatang. "Dan dosis kedua akhir Maret," terangnya.
Baca juga:Program Rp1 Miliar 1 Desa Diproyeksi Ciptakan Pemerataan Pembangunan di Lutim
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya pun telah menyusun berbagai strategi, salah satunya vaksin door to door. "Kami akan lakukan vaksin door to door. Daftar masyarakat yang belum vaksin pun sudah ada sehingga memudahkan untuk dilakukan vaksin door to door," ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam juga baru-baru ini mewajibkan ASN lingkup pemkab membawa lima orang ke lokasi vaksin untuk menjalani vaksinasi.
(luq)
Lihat Juga :