Hujan Terus Menerus, 7 Kecamatan di Maros Dilanda Banjir
Jum'at, 21 Januari 2022 - 17:10 WIB
loading...
Pengendara sepeda motor menerobos banjir di Jalan Pasaran Keke, Kelurahan Batua, Makassar, Kamis (20/1/2022). Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAROS - Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari ini di Kabupaten Maros dan beberapa wilayah di Sulsel, membuat sejumlah wilayah terendam banjir .
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun hingga Jumat (21/1/2022) siang, terdapat tujuh kecamatan di Kabupaten Maros yang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Baca juga:172 Orang di Kota Makassar Mengungsi Akibat Banjir
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Muh Fadli mengatakan, tujuh kecamatan tersebut yakni Maros Baru, Moncongloe, Lau, Bantimurung, Mandai, Bontoa, Turrikale dan Marusu. Dampak banjir paling parah terjadi di Maros Baru.
"Dari laporan anggota di lapangan, ada beberapa tempat terjadi banjir . Hanya saja banjir kali ini tidak separah bulan Desember tahun lalu. Sekitar 7 kecamatan sekarang terdampak, meskipun genangan banjir itu hanya di tempat tertentu di kecamatan itu," terang Fadli.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem ini, BPBD Maros mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di luar rumah.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Picu 3 Penyakit Ini, Ketahui Cara Mengobatinya
"Dengan kondisi cuaca yang ekstrem sekarang ini diimbau untuk lebih hati-hati dalam beraktivitas di luar. Sebaiknya warga menjaga kondisi lingkungan di sekitar, agar senantiasa bersih, tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air," jelasnya.
Fadli menerangkan bahwa saat ini pihaknya mendirikan posko bencana di Kantor BPBD. Hal ini untuk berjaga-jaga bilamana ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan evakuasi. Pihaknya meminta untuk menghubungi nomor Hotline yang tersebar luas.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di 8 Daerah di Sulsel Diprediksi Masih Berlanjut
"Apabila membutuhkan pertolongan dan evakuasi dapat menghubungi BPBD melalui nomor hotline yang kami sebar," ujarnya.
Sekedar diketahui, hujan lebat disertai angin kencang sudah 3 hari melanda wilayah Sulawesi Selatan, salah satunya yakni di Kabupaten Maros. Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem ini akan berlanjut hingga akhir bulan Februari.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun hingga Jumat (21/1/2022) siang, terdapat tujuh kecamatan di Kabupaten Maros yang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Baca juga:172 Orang di Kota Makassar Mengungsi Akibat Banjir
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros, Muh Fadli mengatakan, tujuh kecamatan tersebut yakni Maros Baru, Moncongloe, Lau, Bantimurung, Mandai, Bontoa, Turrikale dan Marusu. Dampak banjir paling parah terjadi di Maros Baru.
"Dari laporan anggota di lapangan, ada beberapa tempat terjadi banjir . Hanya saja banjir kali ini tidak separah bulan Desember tahun lalu. Sekitar 7 kecamatan sekarang terdampak, meskipun genangan banjir itu hanya di tempat tertentu di kecamatan itu," terang Fadli.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem ini, BPBD Maros mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di luar rumah.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Picu 3 Penyakit Ini, Ketahui Cara Mengobatinya
"Dengan kondisi cuaca yang ekstrem sekarang ini diimbau untuk lebih hati-hati dalam beraktivitas di luar. Sebaiknya warga menjaga kondisi lingkungan di sekitar, agar senantiasa bersih, tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran air," jelasnya.
Fadli menerangkan bahwa saat ini pihaknya mendirikan posko bencana di Kantor BPBD. Hal ini untuk berjaga-jaga bilamana ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan evakuasi. Pihaknya meminta untuk menghubungi nomor Hotline yang tersebar luas.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di 8 Daerah di Sulsel Diprediksi Masih Berlanjut
"Apabila membutuhkan pertolongan dan evakuasi dapat menghubungi BPBD melalui nomor hotline yang kami sebar," ujarnya.
Sekedar diketahui, hujan lebat disertai angin kencang sudah 3 hari melanda wilayah Sulawesi Selatan, salah satunya yakni di Kabupaten Maros. Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem ini akan berlanjut hingga akhir bulan Februari.
(luq)
Lihat Juga :