BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Dinas Pertanian Lakukan Sosialisasi
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:34 WIB
loading...
BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros untuk mensosialisasikan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja. Foto: Sindonews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros untuk mensosialisasikan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja kepada pekerja sektor pertanian di Kabupaten Maros.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Selasa (18/1/2022).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Abd Azis Ahmad menjelaskan, sosialisasi ini merupakan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Menurutnya, dalam kegiatan ini sasaran utamanya adalah petani.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Warga Maros Diimbau Waspada Banjir dan Longsor
"Petani harus sadar pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Maka dari itu, kita lakukan terobosan dengan mengajak penyuluh pertanian dan pendamping program pertanian lebih dulu sebagai peserta," ungkapnya.
Selain itu, penyuluh adalah petugas yang langsung turun ke lapangan, mereka akan menjadi contoh bagi para petani. Setelah para penyuluh, sasaran selanjutnya adalah pengurus kelompok tani, kemudian para petani, dan para kelompok usaha.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Selasa (18/1/2022).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Abd Azis Ahmad menjelaskan, sosialisasi ini merupakan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Menurutnya, dalam kegiatan ini sasaran utamanya adalah petani.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Warga Maros Diimbau Waspada Banjir dan Longsor
"Petani harus sadar pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. Maka dari itu, kita lakukan terobosan dengan mengajak penyuluh pertanian dan pendamping program pertanian lebih dulu sebagai peserta," ungkapnya.
Selain itu, penyuluh adalah petugas yang langsung turun ke lapangan, mereka akan menjadi contoh bagi para petani. Setelah para penyuluh, sasaran selanjutnya adalah pengurus kelompok tani, kemudian para petani, dan para kelompok usaha.
Lihat Juga :