Waduh, Corona Membuat Pemkot Yogyakarta Terancam Shut Down
Kamis, 11 Juni 2020 - 12:39 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews
A
A
A
YOGYAKARTA - Pandemi Corona ternyata tak cuma membuat keuangan sejumlah perusahaan megap-megap, tapi juga keuangan pemerintahan di daerah. Inilah yang dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Kondisi keuangan untuk penyelenggaraan pemerintahan di Kota Yogyakarta diprediksi hanya akan bertahan sampai September 2020.
Hal ini terungkap saat Komisi B DPRD Yogyakarta melakukan pembahasan pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah, saat pandemi corona, Rabu (10/6/2020). Di mana posisi riil keuangan Pemkot Yogyakarta Rp12.838.135.910.
Anggota Komisi B DPRD Yogyakarta Fokki Ardiyanto mengatakan, dengan kondisi keuangan riil tersebut jika tidak ada penambahan penerimaan, maka jalannya roda pemerintahan Pemkot Yogyakarta hanya bisa bertahan sampai empat bulan, yaitu sampai September 2020 dan public service terancam shut down .
“Karena itu diperlukan kebijakan progresif, baik dari pemerintah pusat ataupun DIY saat situasi pandemi COVID-19,” kata Fokki, Kamis (11/6/2020). ( Baca: Jadi Jubir Corona, dr. Reisa Diminta Tak Andalkan Tampang Saja )
Menurut Fokki, hal tersebut penting, sebab jika tidak, dalam bergerak ke kehidupan New Normal, dipastikan pergerakan ekonomi juga hanya jalan di tempat sehingga fungsi dari pemerintah sebagai penyelenggara public service terancam shut down .
Hal ini terungkap saat Komisi B DPRD Yogyakarta melakukan pembahasan pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah, saat pandemi corona, Rabu (10/6/2020). Di mana posisi riil keuangan Pemkot Yogyakarta Rp12.838.135.910.
Anggota Komisi B DPRD Yogyakarta Fokki Ardiyanto mengatakan, dengan kondisi keuangan riil tersebut jika tidak ada penambahan penerimaan, maka jalannya roda pemerintahan Pemkot Yogyakarta hanya bisa bertahan sampai empat bulan, yaitu sampai September 2020 dan public service terancam shut down .
“Karena itu diperlukan kebijakan progresif, baik dari pemerintah pusat ataupun DIY saat situasi pandemi COVID-19,” kata Fokki, Kamis (11/6/2020). ( Baca: Jadi Jubir Corona, dr. Reisa Diminta Tak Andalkan Tampang Saja )
Menurut Fokki, hal tersebut penting, sebab jika tidak, dalam bergerak ke kehidupan New Normal, dipastikan pergerakan ekonomi juga hanya jalan di tempat sehingga fungsi dari pemerintah sebagai penyelenggara public service terancam shut down .
Lihat Juga :