Martha Christina Tiahahu, Panglima Perang Perempuan Termuda yang Ditakuti Kompeni Belanda
Jum'at, 14 Januari 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Martha tentunya turut andil dalam peperangan tersebut. Ia menyemangati para pejuang wanita di Ulath dan Ouw secara langsung. "Tanah ini adalah tempat kita dilahirkan. Jangan biarkan penjajah merebutnya," teriak Martha dengan semangat dalam perang tersebut. "Kita dilahirkan di sini, kita pun harus rela mati di bumi ini. Lebih baik mati dalam perjuangan daripada menjadi budak mereka!" sambungnya.
Sayangnya, peperangan tersebut berakhir kekalahan di pihak pejuang rakyat. Pada 14 November 1817, Kapitan Paulus Tiahahu, Martha Christian, Raja Hehanussa dari Negeri Titawai, Raja Utah, dan Patih Ouw ditangkap dan dibawa ke kapal perang Eversten.
Martha tetap tegar dalam penangkapan tersebut. Ia tak sedikit pun merasa gentar dan bertekad untuk terus mendampingi ayahnya. Pada 15 November 1817 pukul 09.00 pagi, dilakukan inspeksi pasukan di darat. Komisaris Jenderal Adriaan Buyskes naik ke kapal Evertsen dan memeriksa tahanan yang diajukan dalam sidang hari itu.
Dalam sidang yang berlangsung, ditetapkan lah bahwa Martha dibebaskan dari segala tuntutan dan hukuman karena masih berusia muda. Sementara itu, ayahnya justru mendapat hukuman yang berat karena masuk dalam catatan Belanda sebagai pejuang berbahaya.
Martha sontak tertegun. Ia merasa tak tega pada ayahnya yang kian menua dan menilai bahwa sosok sang ayah amat penting dalam peperangan melawan penjajahan Belanda. Ia pun menatap Belanda dengan rasa sedih dan berpikir bahwa ia lebih baik mati dari pada sang ayah.
![Martha Christina Tiahahu, Panglima Perang Perempuan Termuda yang Ditakuti Kompeni Belanda]()
Patung Martha Christina Tiahahu di KOta Ambon dibangun untuk mengenang perjuangan pahlawan.Foto/dok Pemprov Maluku
Pahlawan Nasional
Martha Christina Tiahahu secara resmi diakui sebagai pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 012/TK/Tahun 1969, tanggal 20 Mei 1969.
Sebagai pahlawan nasional, jasa-jasa perjuangan Martha selalu dikenang hingga sekarang. Banyak tetenger untuk mengenang pahlawan wanita ini. Monumen Martha Tiahahu menjadi bukti sejarah keberanian wanita maluku dalam membela tanah air tercinta. Patung Martha Christina Tiahahu terletak di Karang Panjang, daerah bukit yang terlihat jelas dari Kota Ambon.
Patung Christina ditampilkan membawa tombak. Namun dalam pertempuran melawan Belanda, legenda mengatakan bahwa dia melemparkan batu ke tentara Belanda ketika pasukannya kehabisan amunisi.
Di Jakarta, monumen Martha Christina Tiahahu juga berdiri di kawasan Blok M. Terbaru, di kawasan tersebut dibuat Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M, Jakarta Selatan. Taman ini dicanangkkan pada Kamis (28/10/2021) dan berlokasi di Taman Martha Christina Tiahahu.
Taman literasi ini merupakan wujud dari keseriusan tradisi literasi. Taman literasi ini dicanangkan pada 28 Oktober karena tanggal ini anak-anak muda bangsa menyepakati bahasa persatuan, bahasa Indonesia, dan dari bahasa persatuan. Itulah muncul karya-karya tulis dan literatur yang amat banyak.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu ini menjadi penyemangat untuk peningkatan minat baca dan daya baca.
Bahan Tulisan: - Ensiklopedi Pahlawan Nasional
- MARTHA CHRISINA TIAHAHU: Mutiara dari Nusa Laut yang Cinta Tanah Air karya Indah Ratna
- Diolah dari berbagai sumber
Sayangnya, peperangan tersebut berakhir kekalahan di pihak pejuang rakyat. Pada 14 November 1817, Kapitan Paulus Tiahahu, Martha Christian, Raja Hehanussa dari Negeri Titawai, Raja Utah, dan Patih Ouw ditangkap dan dibawa ke kapal perang Eversten.
Martha tetap tegar dalam penangkapan tersebut. Ia tak sedikit pun merasa gentar dan bertekad untuk terus mendampingi ayahnya. Pada 15 November 1817 pukul 09.00 pagi, dilakukan inspeksi pasukan di darat. Komisaris Jenderal Adriaan Buyskes naik ke kapal Evertsen dan memeriksa tahanan yang diajukan dalam sidang hari itu.
Dalam sidang yang berlangsung, ditetapkan lah bahwa Martha dibebaskan dari segala tuntutan dan hukuman karena masih berusia muda. Sementara itu, ayahnya justru mendapat hukuman yang berat karena masuk dalam catatan Belanda sebagai pejuang berbahaya.
Martha sontak tertegun. Ia merasa tak tega pada ayahnya yang kian menua dan menilai bahwa sosok sang ayah amat penting dalam peperangan melawan penjajahan Belanda. Ia pun menatap Belanda dengan rasa sedih dan berpikir bahwa ia lebih baik mati dari pada sang ayah.

Patung Martha Christina Tiahahu di KOta Ambon dibangun untuk mengenang perjuangan pahlawan.Foto/dok Pemprov Maluku
Pahlawan Nasional
Martha Christina Tiahahu secara resmi diakui sebagai pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 012/TK/Tahun 1969, tanggal 20 Mei 1969.
Sebagai pahlawan nasional, jasa-jasa perjuangan Martha selalu dikenang hingga sekarang. Banyak tetenger untuk mengenang pahlawan wanita ini. Monumen Martha Tiahahu menjadi bukti sejarah keberanian wanita maluku dalam membela tanah air tercinta. Patung Martha Christina Tiahahu terletak di Karang Panjang, daerah bukit yang terlihat jelas dari Kota Ambon.
Patung Christina ditampilkan membawa tombak. Namun dalam pertempuran melawan Belanda, legenda mengatakan bahwa dia melemparkan batu ke tentara Belanda ketika pasukannya kehabisan amunisi.
Di Jakarta, monumen Martha Christina Tiahahu juga berdiri di kawasan Blok M. Terbaru, di kawasan tersebut dibuat Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M, Jakarta Selatan. Taman ini dicanangkkan pada Kamis (28/10/2021) dan berlokasi di Taman Martha Christina Tiahahu.
Taman literasi ini merupakan wujud dari keseriusan tradisi literasi. Taman literasi ini dicanangkan pada 28 Oktober karena tanggal ini anak-anak muda bangsa menyepakati bahasa persatuan, bahasa Indonesia, dan dari bahasa persatuan. Itulah muncul karya-karya tulis dan literatur yang amat banyak.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu ini menjadi penyemangat untuk peningkatan minat baca dan daya baca.
Bahan Tulisan: - Ensiklopedi Pahlawan Nasional
- MARTHA CHRISINA TIAHAHU: Mutiara dari Nusa Laut yang Cinta Tanah Air karya Indah Ratna
- Diolah dari berbagai sumber
(msd)
Lihat Juga :