Tekan Radikalime dan Terorisme, Jabar-BNPT Bangun Kolaborasi Pentahelix
Kamis, 13 Januari 2022 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
"Seperti program Sekoper Cinta, salah satu kurikulumnya adalah deteksi radikalisme. Program-program ini insya Allah akan membawa Jawa Barat 2022 gas pol melawan radikalisme," tandasnya. Baca juga: Kepala BNPT: Sepanjang 2021, Sebanyak 364 Orang Ditindak karena Terlibat Terorisme
Sementara itu, Kepala BNPT, Boy Rafli Amar mengatakan, kedatangannya ke Jabar untuk bersilaturahmi kebangsaan dengan kepala daerah terkait penanganan isu radikalisme dan terorisme. "Hari ini kita bisa silaturahmi kebangsaan dengan Bapak Gubernur Jawa Barat. Intinya, kita ingin meningkatkan ikhtiar merawat kebinekaan untuk mencegah intoleransi, radikalisme dan terorisme. Kita tentu tidak ingin adanya ideologi yang berbasis kekerasan," tegasnya.
Menurut Boy Rafli, ideologi terorisme merupakan suatu paham yang menganut kekerasan sebagai tindakan benar. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tetap teguh pada nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila. "Ideologi terorisme itu adalah ideologi yang berbasis kekerasan, yang akhirnya memapar masyarakat kita. Diharapkan, masyarakat tetap teguh menjaga nilai luhur bangsa kita," katanya.
Boy Rafli menegaskan bahwa ideologi Pancasila perlu terus dijaga dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Dengan demikian, potensi yang bertentangan dengan ideologi negara dapat terkikis. "Kita telah memiliki ideologi negara Pancasila yang tentunya perlu kolaborasi dan ikhtiar bersama, agar segala potensi berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara bisa dieliminasi," ujarnya.
Dia menambahkan, pertemuannya dengan Gubernur Jabar dan jajarannya juga terkait dengan program kontra radikalisasi karena salah satu lokasi kawasan terpadu Nusantara berada di wilayah Jabar, tepatnya di wilayah Kabupaten Garut. "Kita juga mengembangkan narasi-narasi dalam rangka kontra propaganda jaringan teroris yang menyampaikan pesan ke Indonesia," pungkas Boy Rafli.
Sementara itu, Kepala BNPT, Boy Rafli Amar mengatakan, kedatangannya ke Jabar untuk bersilaturahmi kebangsaan dengan kepala daerah terkait penanganan isu radikalisme dan terorisme. "Hari ini kita bisa silaturahmi kebangsaan dengan Bapak Gubernur Jawa Barat. Intinya, kita ingin meningkatkan ikhtiar merawat kebinekaan untuk mencegah intoleransi, radikalisme dan terorisme. Kita tentu tidak ingin adanya ideologi yang berbasis kekerasan," tegasnya.
Menurut Boy Rafli, ideologi terorisme merupakan suatu paham yang menganut kekerasan sebagai tindakan benar. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tetap teguh pada nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila. "Ideologi terorisme itu adalah ideologi yang berbasis kekerasan, yang akhirnya memapar masyarakat kita. Diharapkan, masyarakat tetap teguh menjaga nilai luhur bangsa kita," katanya.
Boy Rafli menegaskan bahwa ideologi Pancasila perlu terus dijaga dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Dengan demikian, potensi yang bertentangan dengan ideologi negara dapat terkikis. "Kita telah memiliki ideologi negara Pancasila yang tentunya perlu kolaborasi dan ikhtiar bersama, agar segala potensi berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara bisa dieliminasi," ujarnya.
Dia menambahkan, pertemuannya dengan Gubernur Jabar dan jajarannya juga terkait dengan program kontra radikalisasi karena salah satu lokasi kawasan terpadu Nusantara berada di wilayah Jabar, tepatnya di wilayah Kabupaten Garut. "Kita juga mengembangkan narasi-narasi dalam rangka kontra propaganda jaringan teroris yang menyampaikan pesan ke Indonesia," pungkas Boy Rafli.
(don)
Lihat Juga :