Kisah Buah Maja Lambang Kebesaran dan Kemenangan Majapahit usai Menghancurkan Kediri
Kamis, 13 Januari 2022 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Syahwat Terlarang ASN di Pesisir Barat Cabuli 13 Santriwatinya yang Masih Anak-anak
Penetapan lambang negara mempunyai latar belakang sejarah yang panjang. Hal itu juga dikisahkan pada naskah Kidung Panji Wijayakrama, di mana awalnya Raja Majapahit Raden Wijaya kembali dari Mameling, hingga mengejutkan Kota Singasari yang telah diduduki oleh musuh, yakni tentara Raja Jayakatwang dari Kediri.
Raden Wijaya beserta pengikutnya diserang oleh tentara musuh di bawah pimpinan Mahisa Mundarang. Pada pertempuran itu dia kalah, lari melintasi sawah. Ketika hampir tertangkap oleh Mahisa Mundarang, Raden Wijaya menendang tanah basah yang terbajak.
Tanah basah itu jatuh pada dada dan dahi Mahisa Mundarang. Karena terlihat, Kebo Mundarang mundur kembali. Raden Wijaya terus lari menghindarkan diri dari kejar-kejaran musuh. Semuanya serba kotor kena lumpur, setelah mereka dapat beristirahat, Raden Wijaya lalu bertukar pakaian dan semua para pengikutnya diberi pakaian, wujud pemberian itu ialah cawet geringsing.
Baca juga: Gerebek Suaminya saat Selingkuh, Istri Brigadir Pol SJ Diperiksa Propam Polres Muratara
Penetapan lambang negara mempunyai latar belakang sejarah yang panjang. Hal itu juga dikisahkan pada naskah Kidung Panji Wijayakrama, di mana awalnya Raja Majapahit Raden Wijaya kembali dari Mameling, hingga mengejutkan Kota Singasari yang telah diduduki oleh musuh, yakni tentara Raja Jayakatwang dari Kediri.
Raden Wijaya beserta pengikutnya diserang oleh tentara musuh di bawah pimpinan Mahisa Mundarang. Pada pertempuran itu dia kalah, lari melintasi sawah. Ketika hampir tertangkap oleh Mahisa Mundarang, Raden Wijaya menendang tanah basah yang terbajak.
Tanah basah itu jatuh pada dada dan dahi Mahisa Mundarang. Karena terlihat, Kebo Mundarang mundur kembali. Raden Wijaya terus lari menghindarkan diri dari kejar-kejaran musuh. Semuanya serba kotor kena lumpur, setelah mereka dapat beristirahat, Raden Wijaya lalu bertukar pakaian dan semua para pengikutnya diberi pakaian, wujud pemberian itu ialah cawet geringsing.
Baca juga: Gerebek Suaminya saat Selingkuh, Istri Brigadir Pol SJ Diperiksa Propam Polres Muratara
Lihat Juga :