Kebijakan Lockdown Membuat Polusi Udara Dunia Menurun hingga 60 Persen

Kamis, 23 April 2020 - 14:00 WIB
loading...
Kebijakan Lockdown Membuat...
Pemandangan Grand Canal yang tampak sepi dari Jembatan Rialto selama wabahvirus korona (Covid-19) di Venice, Italia, 17 April 2020. Foto/Reuters
A A A
ROMA - Kebijakan lockdown, larangan bepergian, dan penutupan industri akibat wabah Covid-19 menyebabkan polusi udara menurun di seluruh dunia.

Mayoritas kota-kota besar, seperti Seoul, New York, London, Roma, dan Wuhan, mengalami penurunan PM 2,5 sekitar 60% hanya dalam tiga pekan.

IQAir menyatakan penurunan terbesar terjadi di New Delhi, Seoul, Wuhan, dan Mumbai. Sebelumnya, keempat kota itu memiliki tingkat polusi udara yang sangat tinggi. Para ahli dari IQAir saat ini lebih fokus mengamati kota-kota yang terkena kebijakan lockdown minimal selama tiga pekan dan dikenal penuh polusi.

Sebelumnya, Google juga memberikan gambaran serupa menyusul adanya perubahan pergerakan manusia. Intensitas kunjungan menuju ritel dan tempat rekreasi, grosir dan farmasi, stasiun dan terminal, taman, serta kantor telah menurun sehingga kualitas udara menjadi lebih baik di berbagai wilayah.

Fenomena itu terjadi mulai 6 Februari hingga 29 Maret silam dan dari Afghanistan hingga Zimbabwe. Sebagian besar masyarakat dunia kini lebih memilih tinggal atau beraktivitas di sekitar rumah, perumahan, atau apartemen, tak terkecuali atlet, aktor, atau tokoh besar dunia, seperti Ratu Elizabeth II.

“Kami mendengar otoritas kesehatan menyatakan penggunaan produk seperti Google Maps dapat digunakan untuk menentukan keputusan dalam melawan Covid-19,” ungkap Google di google.com. “Laporan ini menunjukkan bahwa pergerakan manusia mengalami penurunan dari waktu ke waktu,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Pastikan Kasus...
Pramono Pastikan Kasus Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta
Warga Kabupaten Bandung...
Warga Kabupaten Bandung Barat Positif Virus Hanta usai Digigit Tikus Ciwidey
Begini Kondisi Pasien...
Begini Kondisi Pasien Pertama Cacar Monyet di Bandung, Alami Lecet di Sekitar Kemaluan
Positif Antraks, 1 Warga...
Positif Antraks, 1 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Gawat! 2.410 Ekor Sapi...
Gawat! 2.410 Ekor Sapi di Sleman Terpapar LSD, DP3 Sebut Sah untuk Hewan Qurban
Bebas Virus Lato-lato,...
Bebas Virus Lato-lato, Natuna Pasok Kebutuhan Sapi Kurban di Kepri
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Rekomendasi
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
FPBS UPI Gelar Lokakarya...
FPBS UPI Gelar Lokakarya Puisi dan Bedah Buku Sonata Senja, Dorong Mahasiswa Aktif Menulis
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
Berita Terkini
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
Terduga Pelaku Teror...
Terduga Pelaku Teror Bom di Jaksel Jadi Tersangka, Fahira Idris Minta 6 Hal Ini Jadi Perhatian
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Yolanda Mambu Dorong APBD Parigi Moutong Prorakyat
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
Infografis
6 Negara yang Memiliki...
6 Negara yang Memiliki Angkatan Udara Terkuat di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved