1 Tewas 40 Hanoi Dibakar Akibat Perang Suku di Jayawijaya
Senin, 10 Januari 2022 - 13:31 WIB
loading...
Perang suku di Jayawijaya Papua. Foto: Omega/MNC Media
A
A
A
JAYAWIJAYA - Perang antarsuku yang melibatkan masyarakat Kabupaten Nduga dan Lanny Jaya, kembali pecah di Kampung Wouma, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Penyebab perang suku itu diduga dipicu dibunuhnya warga Nduga, Sibelo Gwijangge, oleh warga Lanny Jaya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, perang suku dilatar belakangi oleh meninggalnya Sibelo Gwijangge akibat dibunuh oleh warga Lanny Jaya.
Baca juga: Kronologi Aksi Saling Serang Antar Suku di Kabupaten Jayawijaya Papua
"Korban tinggal di Kampung Wesakma, Distrik Wouma, Jayawijaya, Papua," katanya, Senin (10/1/2022).
Dijelaskan dia, bentrok antarsuku itu terjadi pada Minggu 9 Januari 2022. Sehari sebelumnya, pada Sabtu 8 Januari 2022, kedua suku itu juga terlibat bentrok di Kampung Wesakma, Distrik Wouma.
"Perang suku itu menyebabkan satu warga meninggal dunia, dan 21 orang luka, serta 40 honai terbakar," paparnya.
Baca: Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Dilanjutkan dia, perang setelah pemakaman korban, pada Minggu. Keluarga korban lalu bergerak dari arah Ilekma, menuju Wouma, melalui pinggir kali Uwe dan Walesi. Setibanya di lokasi, mereka langsung saling serang.
"Saling serang dilakukan menggunakan alat perang tradisional, berupa panah, parang, dan batu di Kampung Wouma, Distrik Wouma. Tidak lama berselang, petugas Polres Jayawijaya, Brimob dan TNI tiba di lokasi," jelasnya.
Baca: 3 Menit Mengudara, Pesawat Jayawijaya Dirgantara Mendarat Darurat di Bandara Sentani
Kedatangan aparat gabungan berhasil memukul mundur kedua kelompok yang terlibat aksi saling serang.
"Untuk mengantisipasi terjadinya perang susulan, kami melakukan penjagaan ketat terhadap kedua kelompok warga tersebut. Akibat perang suku ini, kerugian warga adalah 40 hanoi terbakar, 2 mobil dan 10 motor rusak," tukasnya.
Penyebab perang suku itu diduga dipicu dibunuhnya warga Nduga, Sibelo Gwijangge, oleh warga Lanny Jaya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, perang suku dilatar belakangi oleh meninggalnya Sibelo Gwijangge akibat dibunuh oleh warga Lanny Jaya.
Baca juga: Kronologi Aksi Saling Serang Antar Suku di Kabupaten Jayawijaya Papua
"Korban tinggal di Kampung Wesakma, Distrik Wouma, Jayawijaya, Papua," katanya, Senin (10/1/2022).
Dijelaskan dia, bentrok antarsuku itu terjadi pada Minggu 9 Januari 2022. Sehari sebelumnya, pada Sabtu 8 Januari 2022, kedua suku itu juga terlibat bentrok di Kampung Wesakma, Distrik Wouma.
"Perang suku itu menyebabkan satu warga meninggal dunia, dan 21 orang luka, serta 40 honai terbakar," paparnya.
Baca: Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Dilanjutkan dia, perang setelah pemakaman korban, pada Minggu. Keluarga korban lalu bergerak dari arah Ilekma, menuju Wouma, melalui pinggir kali Uwe dan Walesi. Setibanya di lokasi, mereka langsung saling serang.
"Saling serang dilakukan menggunakan alat perang tradisional, berupa panah, parang, dan batu di Kampung Wouma, Distrik Wouma. Tidak lama berselang, petugas Polres Jayawijaya, Brimob dan TNI tiba di lokasi," jelasnya.
Baca: 3 Menit Mengudara, Pesawat Jayawijaya Dirgantara Mendarat Darurat di Bandara Sentani
Kedatangan aparat gabungan berhasil memukul mundur kedua kelompok yang terlibat aksi saling serang.
"Untuk mengantisipasi terjadinya perang susulan, kami melakukan penjagaan ketat terhadap kedua kelompok warga tersebut. Akibat perang suku ini, kerugian warga adalah 40 hanoi terbakar, 2 mobil dan 10 motor rusak," tukasnya.
(hsk)
Lihat Juga :