Kapolda Jateng Puji Petani Manfaatkan Serak Jawa Basmi Hama Tikus
Minggu, 09 Januari 2022 - 20:28 WIB
loading...
Serak Jawa ini dimanfaatkan petani di Jawa Tengah untuk membasmi hama tikus di persawahan, hal itu pun diapresisi Kapolda Jateng. Foto: Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi memberikan pujian dan apresiasi tinggi kepada para petani yang membasmi tikus di persawahan melalui cara aman dengan memanfaatkan Serak Jawa (Tyto Alba).
Serak Jawa yang dikenal juga sebagai burung Daris merupakan salah sub spesies burung hantu yang banyak ditemui di Indonesia. Berpostur kecil, serak Jawa merupakan karnivora yang dikenal menjadikan tikus sebagai musuh alaminya.
Baca juga: Gaya Ganjar Ngantor dari Warung, Kaleng Krupuk Jadi Tatakan Laptop
"Burung ini bisa mengkonsumsi tikus 2-3 ekor tikus per malam, sehingga sebulan bisa mencapai 60-90 ekor tikus. Jadi sangat efektif untuk membantu petani membasmi tikus di persawahan," ungkap Kapolda, Minggu (9/1) siang.
Kapolda secara pribadi amat mengapresiasi para petani yang memberdayakan serak Jawa atau Tyto Alba untuk membasmi tikus di persawahan. Disamping melestarikan hewan dilindungi, penggunaan serak Jawa sama sekali tidak membahayakan lingkungan.
Ditambahkan Irjen Ahmad Luthfi, pihaknya mendorong bhabinkamtibmas untuk bekerjasama dengan penyuluh pertanian untuk mengajak petani memberdayakan serak Jawa dalam membasmi hama tikus di persawahan.
Serak Jawa yang dikenal juga sebagai burung Daris merupakan salah sub spesies burung hantu yang banyak ditemui di Indonesia. Berpostur kecil, serak Jawa merupakan karnivora yang dikenal menjadikan tikus sebagai musuh alaminya.
Baca juga: Gaya Ganjar Ngantor dari Warung, Kaleng Krupuk Jadi Tatakan Laptop
"Burung ini bisa mengkonsumsi tikus 2-3 ekor tikus per malam, sehingga sebulan bisa mencapai 60-90 ekor tikus. Jadi sangat efektif untuk membantu petani membasmi tikus di persawahan," ungkap Kapolda, Minggu (9/1) siang.
Kapolda secara pribadi amat mengapresiasi para petani yang memberdayakan serak Jawa atau Tyto Alba untuk membasmi tikus di persawahan. Disamping melestarikan hewan dilindungi, penggunaan serak Jawa sama sekali tidak membahayakan lingkungan.
Ditambahkan Irjen Ahmad Luthfi, pihaknya mendorong bhabinkamtibmas untuk bekerjasama dengan penyuluh pertanian untuk mengajak petani memberdayakan serak Jawa dalam membasmi hama tikus di persawahan.
Lihat Juga :