Habib Bahar bin Smith Sebut Demokrasi Sudah Mati, Polda Jabar Bilang Begini

Rabu, 05 Januari 2022 - 14:37 WIB
loading...
Habib Bahar bin Smith...
Habib Bahar saat menyatakan bahwa demokrasi di Republik Indonesia sudah mati jika dirinya ditahan. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Polda Jawa Barat (Jabar) angkat bicara menanggapi pernyataan Habib Bahar bin Smith yang menyatakan bahwa demokrasi di Republik Indonesia sudah mati jika dirinya ditahan.

Diketahui, Polda Jabar langsung menahan Habib Bahar setelah resmi menetapkannya sebagai tersangka kasus kabar bohong (hoaks) yang menimbulkan keonaran masyarakat, Senin (3/1/2022) malam.

Baca juga: Habib Bahar Tersangka Hoaks Penembakan Laskar FPI, Ini Penjelasan Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan, pernyataan Habib Bahar tersebut tak ada kaitannya dengan proses penyidikan hingga penanganannya oleh Polda Jabar.

"Terkait demokrasi ini sangat jauh dan tidak ada kaitannya dengan proses penyidikan," tegas Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (5/12/2021).

Tompo menegaskan, pihaknya telah berupaya menyelesaikan kasus yang menjerat Habib Bahar sesuai prosedur. Dia juga menyatakan bahwa Polda Jabar bekerja secara profesional, objektif, dan transparans.

"Sehingga, kita tidak berlandaskan politik dan berlandaskan dengan arus yang subjektif. Untuk itu, prosedur kita laksanakan sesuai dengan aturan yang telah ada tersebut, jadi tidak ada kaitan dengan demokrasi seluruh proses ini," tegasnya lagi.

Baca juga: Usai Ditetapkan Tersangka, Habib Bahar Langsung Ditahan

Disinggung proses penanganan kasus Habib Bahar yang dinilai kilat, Tompo menjelaskan bahwa penanganan kasus Habib Bahar sudah melalui berbagai tahapan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Bahkan, Tompo menyebut bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menangani kasus tersebut terbilang normal.

"Seluruh proses penanganan kasus pidana ini kan melalui tahapan yang sesuai dengan prosedur. Nah, untuk penanganan kasus saudara BS (Bahar bin Smith) ini seluruh penanganan prosedur sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada, jadi bisa dibilang semua normal," katanya.



Diketahui, sebelum menjalani pemeriksaan hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polda Jabar, Bahar dengan suara lantang menyatakan bahwa jika dirinya ditahan usai menjalani pemeriksaan, demokrasi di Republik Indonesia sudah mati.

"Saya ingin menyampaikan, andaikan, jikalau saya nanti ditahan, jika saya tidak keluar dari ruangan atau saya di penjara, saya sampaikan bahwasanya inilah bentuk demokrasi sudah mati di negara Republik Indonesia yang kita cintai," tegas Bahar, Senin (3/1/2022).

Pasalnya, lanjut Bahar, laporan polisi yang dilayangkan oleh pelapor terkait kasus yang dihadapinya langsung ditangani polisi secepat kilat. Padahal, banyak laporan terkait penistaan agama yang lamban ditangani polisi, bahkan tidak ditangani sama sekali.

"Saya dilaporkan secepat kilat, sedangkan masih banyak penista Allah penista agama, tapi tidak diproses sama sekali," tandas Habib Bahar.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Indramayu, Kapolda Jabar Doakan Anak Presisi
Polres Bogor Raih Juara...
Polres Bogor Raih Juara II Pospam Terpadu Operasi Ketupat Terbaik se-Jabar
Dari Wonosobo, Jawa...
Dari Wonosobo, Jawa Tengah Nyatakan Perang Melawan Hoaks
Wakapolda Jabar Pimpin...
Wakapolda Jabar Pimpin Langsung Penyekatan Truk Sumbu 3 di Sumedang, 85 Kendaraan Terjaring Operasi Ketupat Lodaya 2026
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Dukung Program Layanan Pemudik Polda Jabar
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Rekomendasi
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Infografis
PBB Sebut Bencana Krisis...
PBB Sebut Bencana Krisis Air Hebat Sudah di Depan Mata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved