Produksi Kakao Sulsel Terbesar Kedua di Indonesia, Luwu Utara Sumbang 21,13%
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, terkait hadirnya Pos Penyuluhan Desa, lanjut Indah, agar dapat betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya yang terlibat dalam industri pertanian.
“Ukuran keberhasilan program READSI tidak terbatas pada pembangunan fisik, tapi harus terukur dan jelas dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani yang didampingi. Untuk itu manfaatkan dengan baik pos penyuluhan desa ini untuk bersinergi dan berkolaborasi, sebab sebagian besar warga Bakka bergerak di sektor pertanian termasuk sektor perkebunan kakao,” pinta bupati perempuan pertama di Sulsel ini, yang hadir bersama Kepala Bappelitbangda Alauddin Sukri dan Plt Kadis PUTRKP2 Rusydi Rasyid.
Baca juga:Bantuan Sektor Perikanan di Lutra Diharap Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Dari laporan Kepala Desa Bakka, Jidil, pembangunan Pos Penyuluhan Desa tersebut dikerjakan secara swakelola oleh 7 kelompok tani.
“Swakelola 7 kelompok tani menggunakan APBD melalui program READSI. Pos ini menjadi sarana prasarana tempat kelompok tani dan masyarakat bermusyawarah terkait program pertanian. Karena kelompok tani berperan aktif, pos ini selesai dalam kurun waktu tidak sampai dua bulan. Semoga bermanfaat, seperti harapan ibu bupati,” jelas Jidil.
“Ukuran keberhasilan program READSI tidak terbatas pada pembangunan fisik, tapi harus terukur dan jelas dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani yang didampingi. Untuk itu manfaatkan dengan baik pos penyuluhan desa ini untuk bersinergi dan berkolaborasi, sebab sebagian besar warga Bakka bergerak di sektor pertanian termasuk sektor perkebunan kakao,” pinta bupati perempuan pertama di Sulsel ini, yang hadir bersama Kepala Bappelitbangda Alauddin Sukri dan Plt Kadis PUTRKP2 Rusydi Rasyid.
Baca juga:Bantuan Sektor Perikanan di Lutra Diharap Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Dari laporan Kepala Desa Bakka, Jidil, pembangunan Pos Penyuluhan Desa tersebut dikerjakan secara swakelola oleh 7 kelompok tani.
“Swakelola 7 kelompok tani menggunakan APBD melalui program READSI. Pos ini menjadi sarana prasarana tempat kelompok tani dan masyarakat bermusyawarah terkait program pertanian. Karena kelompok tani berperan aktif, pos ini selesai dalam kurun waktu tidak sampai dua bulan. Semoga bermanfaat, seperti harapan ibu bupati,” jelas Jidil.
(luq)
Lihat Juga :