Produksi Kakao Sulsel Terbesar Kedua di Indonesia, Luwu Utara Sumbang 21,13%

Rabu, 05 Januari 2022 - 10:46 WIB
loading...
Produksi Kakao Sulsel...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
A A A
LUWU UTARA - PDRB Kabupaten Luwu Utara disumbang oleh sektor pertanian sebesar 47,02%. Dari 47,02% tersebut, 22% berasal dari sektor perkebunan, termasuk kakao.

Hal itu disampaikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat memberikan sambutan usai meresmikan Pos Penyuluhan Desa di Desa Bakka Kecamatan Sabbang, Senin 3 Januari lalu.

Baca juga:Bupati Luwu Utara Harap Penguatan Puspaga Tekan Pernikahan Usia Anak

“Salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi di masa pandemi adalah dari sektor pertanian, termasuk di dalamnya sektor perkebunan kakao. Untuk itu saya minta dukungan kita semua agar terus melakukan budi daya kakao,” kata Indah .

Bukan tanpa alasan, dengan luas areal tanaman perkebunan coklat 40.814 hektare dan produksi mencapai 30.856,05 ton di tahun 2020, Luwu Utara merupakan salah satu sentra kakao di Indonesia, didukung dengan luas daerah yang mencapai 7.502,58 km persegi.

Bahkan, dalam buku berjudul Outlook Kakao 2020 yang diterbitkan Kementerian Pertanian (Kementan), memuat bahwa Provinsi Sulawesi Tengah menjadi daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia. Provinsi ini memberikan kontribusi paling tinggi yaitu 18,76 persen.

Urutan kedua dan ketiga adalah Provinsi Sulawesi Selatan (17,05 persen) serta Provinsi Sulawesi Tenggara (16,33 persen). Provinsi lain memberikan kontribusi kurang dari 10 persen dengan total kontribusi sebesar 47,86 persen.

Baca juga:Indah Resmikan Jembatan untuk Dukung Peningkatan Perekonomian

Khusus produksi kakao di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 91,24 persen tersebar di 10 kabupaten. Kontribusi 10 kabupaten tersebut terbesar di atas 10 persen berasal dari 2 kabupaten, yaitu Luwu Utara (21,13 persen) dan Luwu (19,72 persen).

“Tantangan ke depan tidak hanya dalam hal produksi tapi juga kompleksitas pemasaran, memenuhi permintaan pasar global serta pelibatan petani ke dalam rantai nilai berkelanjutan dan kemitraan bisnis. Untuk dapat mewujudkan kakao lestari tentu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. Tidak hanya pada pemerintah, tapi juga tingkat petani, industri, universitas, maupun lembaga swadaya masyarakat,” terang bupati yang karib disapa IDP ini.

Untuk itu, terkait hadirnya Pos Penyuluhan Desa, lanjut Indah, agar dapat betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya yang terlibat dalam industri pertanian.

“Ukuran keberhasilan program READSI tidak terbatas pada pembangunan fisik, tapi harus terukur dan jelas dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani yang didampingi. Untuk itu manfaatkan dengan baik pos penyuluhan desa ini untuk bersinergi dan berkolaborasi, sebab sebagian besar warga Bakka bergerak di sektor pertanian termasuk sektor perkebunan kakao,” pinta bupati perempuan pertama di Sulsel ini, yang hadir bersama Kepala Bappelitbangda Alauddin Sukri dan Plt Kadis PUTRKP2 Rusydi Rasyid.

Baca juga:Bantuan Sektor Perikanan di Lutra Diharap Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari laporan Kepala Desa Bakka, Jidil, pembangunan Pos Penyuluhan Desa tersebut dikerjakan secara swakelola oleh 7 kelompok tani.

“Swakelola 7 kelompok tani menggunakan APBD melalui program READSI. Pos ini menjadi sarana prasarana tempat kelompok tani dan masyarakat bermusyawarah terkait program pertanian. Karena kelompok tani berperan aktif, pos ini selesai dalam kurun waktu tidak sampai dua bulan. Semoga bermanfaat, seperti harapan ibu bupati,” jelas Jidil.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi IV...
Wakil Ketua Komisi IV DPR: Perlu Langkah Konkret Pemerintah Atasi Rendahnya Produktivitas Kakao
GP Ansor Tanam 200 Ribu...
GP Ansor Tanam 200 Ribu Bibit Kakao di Sulbar, Addin: Ikhtiar Ketahanan Pangan
Banyuwangi Kini Punya...
Banyuwangi Kini Punya Pusat Penelitian dan Pengembangan Kakao Berkelanjutan
Fasilitas Baru Pengolahan...
Fasilitas Baru Pengolahan Biji Kakao di Sumedang Serap Tenaga Kerja Lokal
Papua Butuh Analisis...
Papua Butuh Analisis Lanskap untuk Pembangunan Hijau dan Revitalisasi Kakao
Banjir Luwu Utara Bikin...
Banjir Luwu Utara Bikin 5 Desa Terisolasi 3 Bulan, Pemerintah Tutup Mata?
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Kemendagri dan KEPP...
Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Dorong Pengembangan Komoditas Kakao di Yapen, Jayapura, Mansel
Apa Itu Rehabilitasi...
Apa Itu Rehabilitasi yang Diberikan Prabowo untuk 2 Guru Luwu Utara
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Berita Terkini
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved