Bupati Luwu Utara Harap Penguatan Puspaga Tekan Pernikahan Usia Anak
Selasa, 04 Januari 2022 - 18:11 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menghadiri penguatan Puspaga di Aula Hotel Remaja, Masamba, Selasa (4/1/2022). Foto: Protokoler Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani membuka kegiatan peningkatan kapasitas Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dan pembuatan sistem rujukan penanganan perkawinan anak di Aula Hotel Remaja, Masamba, Selasa (4/1/2022).
Kegiatan ini adalah hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Pemprov Sulsel, Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone, Gerakan Berani, Canada, dan Kantor wilayah Unicef untuk Sulawesi dan Maluku.
Baca juga:Indah Resmikan Jembatan untuk Dukung Peningkatan Perekonomian
"Kita ingin meningkatkan penguatan Puspaga, apalagi penguatan mulalui anggaran sudah ada. Olehnya jangan menunggu kewajiban itu tapi bagaimana agar penguatan ini benar berdampak dalam menekan angka perkawinan anak, minimal mencegah perkawinan anak itu sendiri. Namun tentunya ini butuh dukungan dari semua pihak, kita tidak bisa sendiri,” terang Bupati Indah .
Indah menilai, persoalan pernikahan anak ini harus dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menurunkan angka stunting, yaitu konvergensi stunting, dan itu terbukti berhasil dilakukan.
Baca juga:Bantuan Sektor Perikanan di Lutra Diharap Tingkatkan Kesejahteraan Warga
"Harapannya, semua pihak ambil bagian atau pro aktif dalam menekan angka perkawinan anak, itu tadi bisa dengan konvergensi. Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya dan yang paling penting bagaimana kita kemudian bisa menerapkannya di tempat kita masing-masing,” jelasnya.
"Sekali lagi saya minta, ambil ilmunya lalu pikirkan apa yang bisa dilakukan di tempat masing-masing, bisa jadi ada hal baru yang terbentuk. Mari berinovasi, tidak usah kaku, yang penting kita bermaksud untuk menyelamatkan generasi muda kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, Konsultan Kantor Perwakilan Unicef Wilayah Sulawesi dan Maluku, Putu Ayu Widhi Lestari mengatakan, Luwu Utara dipilih sebagai salah satu lokasi program penguatan atas special request dari Pemprov Sulsel .
Baca juga:Awali Tahun 2022, Indah Resmikan Pasar Tradisional
"Di samping itu juga, Luwu Utara berhasil menurunkan angka perkawinan anak dari 17% menjadi 12% dalam setahun, di mana untuk daerah lain untuk menurunkan 1% pun masih sulit,” bebernya.
Kegiatan penguatan ini berlangsung 4-5 Januari 2022. Kegiatan tersebut turut hadir Direktur LPP Bone, Ratnawati.
Kegiatan ini adalah hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Pemprov Sulsel, Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone, Gerakan Berani, Canada, dan Kantor wilayah Unicef untuk Sulawesi dan Maluku.
Baca juga:Indah Resmikan Jembatan untuk Dukung Peningkatan Perekonomian
"Kita ingin meningkatkan penguatan Puspaga, apalagi penguatan mulalui anggaran sudah ada. Olehnya jangan menunggu kewajiban itu tapi bagaimana agar penguatan ini benar berdampak dalam menekan angka perkawinan anak, minimal mencegah perkawinan anak itu sendiri. Namun tentunya ini butuh dukungan dari semua pihak, kita tidak bisa sendiri,” terang Bupati Indah .
Indah menilai, persoalan pernikahan anak ini harus dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam menurunkan angka stunting, yaitu konvergensi stunting, dan itu terbukti berhasil dilakukan.
Baca juga:Bantuan Sektor Perikanan di Lutra Diharap Tingkatkan Kesejahteraan Warga
"Harapannya, semua pihak ambil bagian atau pro aktif dalam menekan angka perkawinan anak, itu tadi bisa dengan konvergensi. Manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya dan yang paling penting bagaimana kita kemudian bisa menerapkannya di tempat kita masing-masing,” jelasnya.
"Sekali lagi saya minta, ambil ilmunya lalu pikirkan apa yang bisa dilakukan di tempat masing-masing, bisa jadi ada hal baru yang terbentuk. Mari berinovasi, tidak usah kaku, yang penting kita bermaksud untuk menyelamatkan generasi muda kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, Konsultan Kantor Perwakilan Unicef Wilayah Sulawesi dan Maluku, Putu Ayu Widhi Lestari mengatakan, Luwu Utara dipilih sebagai salah satu lokasi program penguatan atas special request dari Pemprov Sulsel .
Baca juga:Awali Tahun 2022, Indah Resmikan Pasar Tradisional
"Di samping itu juga, Luwu Utara berhasil menurunkan angka perkawinan anak dari 17% menjadi 12% dalam setahun, di mana untuk daerah lain untuk menurunkan 1% pun masih sulit,” bebernya.
Kegiatan penguatan ini berlangsung 4-5 Januari 2022. Kegiatan tersebut turut hadir Direktur LPP Bone, Ratnawati.
(luq)
Lihat Juga :