Haus Seks, Guru Pemerkosa Santri hingga Melahirkan Didesak Dihukum Berat

Selasa, 04 Januari 2022 - 11:29 WIB
loading...
Haus Seks, Guru Pemerkosa...
Guru sekaligus pemilik Pondok Pesantren Darul Ulum di OKU Selatan, M Syakur ditangkap polisi karena memperkosa santriwatinya hingga melahirkan. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A A A
OKU SELATAN - Keluarga santriwati korban pemerkosaan hingga melahirkan meminta pelaku yang merupakan ustaz di salah satu pondok pesantren di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan dihukum seberat-beratnya.

Haus Seks, Guru Pemerkosa Santri hingga Melahirkan Didesak Dihukum Berat

Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha dan rombongan saat mendatangi rumah korban perkosaan oknum guru pondok pesantren. Foto/iNews TV/Teddy Hendrawan

Korban merasa ditipu dan saat dalam keadaan melahirkan di kamar mandi pondok pesantren, pelaku sempat mengungkapkan mengajak menikah siri.

Baca juga: Haus Seks, Oknum Ustaz di Oku Selatan Setubuhi Santriwatinya hingga Melahirkan

Saat ditemui di rumahnya yang sangat sederhana di Talang Mampun, Desa Sidodadi, Kecamatan Buay Pemaca, OKU Selatan, SN (19) santriwati korban pemerkosaan oleh ustaz M Syakur (50) mengaku jika dirinya pernah diajak nikah siri oleh tersangka. Ajakan itu disampaikan tersangka beberapa saat setelah diri nya melahirkan di kamar mandi.

SN menceritakan selama ini dirinya merasa ditipu oleh M Syakur yang yang mengatakan bila perutnya yang terus membesar itu diakibatkan oleh gangguan gaib dan penyakit.

Karena perutnya makin lama semakin terus membesar, SN mengaku pernah beberapa kali menanyakan kondisi perutnya tersebut ke M Syakur. Lagi-lagi pelaku mengatakan itu karena penyakit gaib dan pelaku melarangnya dibawa berobat ke dokter untuk diperiksa. "Tapi gak boleh ke dokter," katanya.

Selain itu, peristiwa pelaku menyetubuhi SN tidak pernah diceritakan kepada siapapun. Hanya pelaku dan korban saja yang mengetahuinya.

Baca juga: Pimpinan Ponpes Haus Seks Setubuhi Santri hingga Melahirkan, Izin Pesantren Dicabut

Korban menuturkan, sebelum peristiwa melahirkan terjadi, dirinya sempat diobati oleh pelaku dengan mengurut-urut perutnya. Hingga mendadak SN ingin buang air besar dan dia pun sangat kaget luar biasa ternyata yang dikeluarkannya seorang bayi.



SN dan rekan-rekan seasrama nya yang mengetahu hal tersebut sangat terkejut. Korban ternyata melahirkan seorang anak di kamar mandi asrama pondok pesantren. Padahal selama ini yang diketahuinya bila perut yang terus membesar tersebut diakibatkan oleh gangguan gaib dan penyakit.

"Saya minta dia dihukum seberat-beratnya," katanya. Dia merasa ditipu oleh ustaz M Syakur yang merupakan guru sekaligus pemilik Pondok Pesantren Darul Ulum, tempat korban belajar.

Sedangkan ayah korban, Sarmin mengaku sempat menanyakan kondisi perut anak nya tersebut yang terus membesar kepada ustaz M Syakur. Namun pelaku memberitahu bahwa SN dalam keadaan sakit parah akibat gangguan gaib.

Di saat mendengar kabar anaknya melahirkan, Sarmin dan istrinya kebingungan bahwa anak nya bukanlah menderita sakit. Melainkan melahirkan seorang bayi perempuan.

Sarmin kemudian menanyakan ke M Syakur, siapa yang mesti bertanggung jawab atas kejadian ini. "Dia (pelaku) meminta agar jangan bicara kemana-mana dan siap bertanggung jawab atas kejadian anak saya melahirkan," ujarnya.

Sarmin merasa kecewa terhadap M Syakur yang dinilai sangat tidak manusiawi terhadap anak didiknya. Meski demikian, dia menyerahkan sepenuh nya kepada aparat yang menangani kasus tersebut.

Kapolres OKU Selatan, AKBP Indra Arya Yudha menjelaskan bahwa pihaknya memberikan perlindungan korban dan mendatangi rumahnya untuk memberikan dukungan serta bantuan.

"Segala kebutuhan korban SN dan bayinya akan kita bantu maksimal," katanya. Hal ini agar korban dan keluarga tidak merasa sendirian. Kapolres berjanji akan terus mengawal korban dan kasus ini.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ponpes Darul Amanah...
Ponpes Darul Amanah Kendal Raih Penghargaan Digitalisasi Pesantren Terbaik di Indonesia
Di Hadapan Ribuan Pengasuh...
Di Hadapan Ribuan Pengasuh Ponpes, KH Imam Jazuli Dorong Pesantren Lakukan Perubahan
Polisi Tangkap KS, yang...
Polisi Tangkap KS, yang Diduga Bantu Pelarian Pelaku Pencabulan di Ponpes Pati
Murid TPQ Dianiaya Guru...
Murid TPQ Dianiaya Guru di Probolinggo, Kemenag Minta Aparat Proses Hukum Pelaku
Soal Pembentukan Ditjen...
Soal Pembentukan Ditjen Pesantren, Ulama DIY Dorong Kecerdasan Digital Santri
Wamenag: Pembentukan...
Wamenag: Pembentukan Ditjen Pesantren Momentum Perluas Peran Alumni dan Santri
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Israel Gugat New York...
Israel Gugat New York Times karena Ungkap Tentara Zionis Perkosa Tahanan Palestina Secara Brutal
Rekomendasi
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Berita Terkini
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Bayar PKB Makin Mudah,...
Bayar PKB Makin Mudah, Bapenda DKI Hadirkan Layanan Samsat di PRJ
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved