Dramatis, Evakuasi 2 Warga yang Terjebak Banjir Lahar Dingin Semeru
Senin, 03 Januari 2022 - 12:39 WIB
loading...
Proses evakuasi warga terjebak di area lahan milik Arsad Subekti, di tepian aliran Sungai Regoyo, Dusun Krajan, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang berlangsung dramatis.Foto/ist
A
A
A
LUMAJANG - Dua warga Lumajang yang sempat terjebak banjir lahar dingin Gunung Semeru berhasil dievakuasi. Proses evakuasi warga terjebak di area lahan milik Arsad Subekti, di tepian aliran Sungai Regoyo, Dusun Krajan, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang berlangsung dramatis.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Joko Sambang mengatakan, kedua orang yakni Suara (65) warga Dusun Krajan dan Buang (50) warga Dusun Purut, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang, dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, polri dan relawan kebencanaan.
Baca juga: Diterjang Lahar Semeru, 2 Jembatan Putus Ratusan Warga Terisolir
"Berhasil dievakuasi pada Senin dini hari (3/1/2022) sekitar pukul 01.15 WIB. Bapak Suara dievakuasi terlebih dahulu, dikarenakan usia yang sudah tua," kata Joko, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Senin pagi.
Evakuasi berjalan dramatis sebab area sekitar sungai masih berarus deras sehingga tak memungkinkan untuk menyeberangi sungai. Proses evakuasi kedua warga menggunakan tali yang diikat di pohon kelapa dan tubuh keduanya.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Joko Sambang mengatakan, kedua orang yakni Suara (65) warga Dusun Krajan dan Buang (50) warga Dusun Purut, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang, dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, polri dan relawan kebencanaan.
Baca juga: Diterjang Lahar Semeru, 2 Jembatan Putus Ratusan Warga Terisolir
"Berhasil dievakuasi pada Senin dini hari (3/1/2022) sekitar pukul 01.15 WIB. Bapak Suara dievakuasi terlebih dahulu, dikarenakan usia yang sudah tua," kata Joko, saat dikonfirmasi MNC Portal, pada Senin pagi.
Evakuasi berjalan dramatis sebab area sekitar sungai masih berarus deras sehingga tak memungkinkan untuk menyeberangi sungai. Proses evakuasi kedua warga menggunakan tali yang diikat di pohon kelapa dan tubuh keduanya.
Lihat Juga :