Operasi Hujan Buatan Digencarkan, Kasus Karhutla di Riau Turun
Sabtu, 01 Januari 2022 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu peningkatan juga dilakukan pada intensitas dan jangkauan patroli mandiri dan patroli terpadu pencegahan Karhutla yang dilakukan Kementerian LHK bersama instansi terkait seperti TNI-Polri, polisi kehutanan, aparat desa, tokoh masyarakat dan Masyarakat Peduli Api (MPA),
"Sepanjang tahun 2021, patroli ini telah menjangkau 1.437 desa rawan di provinsi-provinsi rawan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jabalnusa, Sulawesi, Maluku dan Papua," imbuhnya.
Dia memaparkan, salah satu program yang memberikan dampak signifikan dalam penanganan Karhutla tahun ini adalah dengan meningkatkan intensitas dan jangkauan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Dimana operasi untuk menciptakan juhan buatan ini bekerja sama dengan BPPT, BNPB, TNI AU, BMKG, Satgas Dalkarhutla provinsi dan mitra usaha.
"Hasil TMC ini kita rasakan berdampak signifikan terhadap penambahan curah hujan untuk membasahi lahan gambut. Secara umum, dengan TMC ini telah terjadi persentase penambahan curah hujan di beberapa daerah," tambahnya.
Diantara keberhasialan operasi TMC itu yakni Provinsi Riau. Di mana curah hujan naik mencapai 62 persen dari curah hujan historis sepanjang tahun 2011-2020. Begitu pula di Jambi yang naik 60 persen, Sumatera Selatan 65 persen dan Kalimantan Barat 44,3 persen. "Capaian ini dirasakan penting, mengingat beberapa provinsi tersebut dinilai rawan karhutla," tukasnya.
"Sepanjang tahun 2021, patroli ini telah menjangkau 1.437 desa rawan di provinsi-provinsi rawan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jabalnusa, Sulawesi, Maluku dan Papua," imbuhnya.
Dia memaparkan, salah satu program yang memberikan dampak signifikan dalam penanganan Karhutla tahun ini adalah dengan meningkatkan intensitas dan jangkauan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Dimana operasi untuk menciptakan juhan buatan ini bekerja sama dengan BPPT, BNPB, TNI AU, BMKG, Satgas Dalkarhutla provinsi dan mitra usaha.
"Hasil TMC ini kita rasakan berdampak signifikan terhadap penambahan curah hujan untuk membasahi lahan gambut. Secara umum, dengan TMC ini telah terjadi persentase penambahan curah hujan di beberapa daerah," tambahnya.
Diantara keberhasialan operasi TMC itu yakni Provinsi Riau. Di mana curah hujan naik mencapai 62 persen dari curah hujan historis sepanjang tahun 2011-2020. Begitu pula di Jambi yang naik 60 persen, Sumatera Selatan 65 persen dan Kalimantan Barat 44,3 persen. "Capaian ini dirasakan penting, mengingat beberapa provinsi tersebut dinilai rawan karhutla," tukasnya.
(msd)
Lihat Juga :