Kawal Mobil Mewah, Mobil Patwal Dishub Kota Bekasi Ditilang di Puncak
Jum'at, 31 Desember 2021 - 19:31 WIB
loading...
A
A
A
Dari keterangan anggota Dishub tersebut, dua mobil mewah yang dikawalnya merupakan warga Kota Bekasi. Diduga, warga tersebut memiliki kedekatan sehingga meminta pengawalan kepada Dishub.
"Ya itu mungkin ada kedekatan hubungan emosional. Karena tadi juga disebutkan ada keluarga dari pemerintah daerah Bekasi. Itu ada hubungan baik sehingga minta bantuan pada Dishub karena permintaan kepada anggota Satlantas Polres Bekasi, kita semua sedang melaksanakan pengamanan malam Natal dan malam Tahun Baru, sehingga anggota masih siaga semua dan kepolisian tidak memberikan pengawalan maka menghubungi dari Dishub dan mau pengawalan ke Puncak," ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota Dishub Kota Bekasi yang melakukan pengawalan bernama Dede telah mengakui kesalahan atas perbuatannya."Siap salah, siap salah Pak," ucap Dede kepada wartawan di lokasi.
Dua mobil yang dikawalnya itu, kata dia, bukan pejabat melainkan hanya warga biasa yang meminta untuk pengawalan dari Tol Bekasi Barat. Dia pun menampik jika dalam pengawalan tersebut ada transaksi uang.
"Bukan, bukan pejabat. Tamu saja orang biasa. Tadi saya sudah bilang enggak bisa, enggak punya wewenang dia bilang sampai di sini saja Ciawi. Sebenarnya enggak boleh tapi dia minta ke saya. Enggak bayar. Tadi ngawal dari Bekasi Barat (tujuannya) sini Vimala Hills," ucapnya.
"Ya itu mungkin ada kedekatan hubungan emosional. Karena tadi juga disebutkan ada keluarga dari pemerintah daerah Bekasi. Itu ada hubungan baik sehingga minta bantuan pada Dishub karena permintaan kepada anggota Satlantas Polres Bekasi, kita semua sedang melaksanakan pengamanan malam Natal dan malam Tahun Baru, sehingga anggota masih siaga semua dan kepolisian tidak memberikan pengawalan maka menghubungi dari Dishub dan mau pengawalan ke Puncak," ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota Dishub Kota Bekasi yang melakukan pengawalan bernama Dede telah mengakui kesalahan atas perbuatannya."Siap salah, siap salah Pak," ucap Dede kepada wartawan di lokasi.
Dua mobil yang dikawalnya itu, kata dia, bukan pejabat melainkan hanya warga biasa yang meminta untuk pengawalan dari Tol Bekasi Barat. Dia pun menampik jika dalam pengawalan tersebut ada transaksi uang.
"Bukan, bukan pejabat. Tamu saja orang biasa. Tadi saya sudah bilang enggak bisa, enggak punya wewenang dia bilang sampai di sini saja Ciawi. Sebenarnya enggak boleh tapi dia minta ke saya. Enggak bayar. Tadi ngawal dari Bekasi Barat (tujuannya) sini Vimala Hills," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :