Gaji Tak Dibayar, Ratusan Pekerja Asal Riau Telantar di Kaltim
Selasa, 09 Juni 2020 - 17:14 WIB
loading...
Seratusan pekerja perusahaan jasa pembersihan atau pembukaan lahan di daerah Kutai Barat Kalimatan Timur (Kaltim) terkatung-katung tanpa diberi gaji. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
PEKANBARU - Seratusan pekerja perusahaan jasa pembersihan atau pembukaan lahan di daerah Kutai Barat Kalimatan Timur (Kaltim) terkatung-katung tanpa diberi gaji. Sebagian pekerja yang merupakan warga Riau berharap gaji mereka dibayarkan dan bisa pulang.
"Kita bekerja di sini sejak bulan Oktober 2019 hingga Maret 2020. Kita tidak pernah terima gaji, hanya dikasih pinjaman Rp3 juta untuk kirim ke kampung perbulan. Namun sejak awal tahun 2020, pinjaman mulai seret. Kami tidak bisa kirim kampung lagi. Jika ditotalkan perorangnya belasan juta gaji kami yang belum dibayar," kata MS pekerja perusahaan PT Sumber Musi Persada/Sari Mas Abadi Selasa (9/6/2020).
Dia yang merupakan warga Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Riau berharap agar dirinya dan temannya bisa pulang ke kampung halaman. Karena sejak tidak dibayar, mereka juga diberhentikan sejak bulan Maret 2020. Karena tidak ada kejelasan, mereka mendatangi perusahaan yang berada di Samarinda.
Namun sampai sekarang, mereka belum menerimana gaji. Sementara mereka sudah tidak punya uang lagi karena tidak ada pemasukan. Selama di Samarinda, mereka tetap diberi fasilitas mes dan makan.
"Karena tidak ada uang, saya malah minta kiriman ke kampung. Padahal tau sendiri, di kampung saja hidup kami pas pasan. Di sini banyak pekerja yang senasib dengan saya. Dari kampung kami saja ada lima orang, warga Riau lainnya juga ada. Selain itu pekerja di sini juga dari berbagai daerah tidak hanya Riau saja. Kami ingin pulang. Kalau di kampung bisa kerja serabutan. Masalah gaji biarlah dulu. Karena di rantau ini kami tidak bisa berbuat banyak," keluh ayah dua anak ini.
"Kita bekerja di sini sejak bulan Oktober 2019 hingga Maret 2020. Kita tidak pernah terima gaji, hanya dikasih pinjaman Rp3 juta untuk kirim ke kampung perbulan. Namun sejak awal tahun 2020, pinjaman mulai seret. Kami tidak bisa kirim kampung lagi. Jika ditotalkan perorangnya belasan juta gaji kami yang belum dibayar," kata MS pekerja perusahaan PT Sumber Musi Persada/Sari Mas Abadi Selasa (9/6/2020).
Dia yang merupakan warga Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Riau berharap agar dirinya dan temannya bisa pulang ke kampung halaman. Karena sejak tidak dibayar, mereka juga diberhentikan sejak bulan Maret 2020. Karena tidak ada kejelasan, mereka mendatangi perusahaan yang berada di Samarinda.
Namun sampai sekarang, mereka belum menerimana gaji. Sementara mereka sudah tidak punya uang lagi karena tidak ada pemasukan. Selama di Samarinda, mereka tetap diberi fasilitas mes dan makan.
"Karena tidak ada uang, saya malah minta kiriman ke kampung. Padahal tau sendiri, di kampung saja hidup kami pas pasan. Di sini banyak pekerja yang senasib dengan saya. Dari kampung kami saja ada lima orang, warga Riau lainnya juga ada. Selain itu pekerja di sini juga dari berbagai daerah tidak hanya Riau saja. Kami ingin pulang. Kalau di kampung bisa kerja serabutan. Masalah gaji biarlah dulu. Karena di rantau ini kami tidak bisa berbuat banyak," keluh ayah dua anak ini.