Untung Suropati dan Perlawanan Terhadap VOC: Tewasnya Kapten Tack
Minggu, 26 Desember 2021 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
Dari hasil latihannya, Untung mendapat pangkat letnan. Setelah dinyatakan siap, Untung bergegas menjemput Purbaya.
Baca: Dendam Kesumat Sultan Agung Cincang Antonio Paulo Utusan VOC Jadi Santapan Buaya
Namun, saat Untung sudah menangkap Pangeran Purbaya, pasukan lain yang dipimpin Vaandrig Kuffeler mengambil alih tangkapan. Yang membuat Untung kesal, Perwira VOC itu bersikap kurang ajar dan kasar terhadap Purbaya.
Untung lalu menghancurkan pasukan Vaandrig Kuffeler di Sungai Cikalong, pada 28 Januari 1684. Sebenarnya Pangeran Purbaya bisa melarikan diri, tetapi dia memegang teguh janjinya dan tetap menyerahkan diri ke Benteng Tanjungpura.
Hanya istrinya Gusik Kusuma minta diantar pulang ke Kartasura. Untung lalu mengantarkan istri Purbaya ke Kartasura.
Tidak hanya Vaandrig Kuffeler, Untung juga menghancurkan pasukan Jacob Couper di Desa Rajapalah. Saat tiba di Cirebon, Untung terlibat pertikaian dengan Raden Surapati. Akibat pertikaian itu, Raden Surapati dihukum mati.
Baca: Siasat Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa Hancurkan Monopoli Dagang VOC
Sejak itu, nama Surapati diserahkan kepada Untung dan dirinya menjadi dikenal sebagai Untung Surapati/Suropati, buronan VOC.
Gusik Kusuma akhirnya tiba di Kartasura. Ternyata, ayahanda Gusik Kusuma, yakni Patih Nerangkusuma anti Belanda. Untung Suropati lalu dinikahkan dengan Gusik Kusuma dan mereka membangun kekuatan melawan Belanda.
Perlawanan Untung Suropati terhadap Belanda terdengar seantero negeri. Untung yang awalnya budak VOC, kini menjadi orang yang paling depan melawan VOC. Dari Jawa bagian Barat, perlawanan Untung meluas ke tengah dan timur.
Dalam perlawanan ini, Untung Suropati mendapat dukungan dan perlindungan dari Amangkurat II. Sang Raja bahkan menawarkan persembunyian bagi Untung Suropati di Keraton Kertasura. Tetapi hal ini telah diketahui Kompeni.
Baca: Kisah Sultan Agung Penggal Kepala Panglima Perang yang Gagal Kuasai Batavia
Baca: Dendam Kesumat Sultan Agung Cincang Antonio Paulo Utusan VOC Jadi Santapan Buaya
Namun, saat Untung sudah menangkap Pangeran Purbaya, pasukan lain yang dipimpin Vaandrig Kuffeler mengambil alih tangkapan. Yang membuat Untung kesal, Perwira VOC itu bersikap kurang ajar dan kasar terhadap Purbaya.
Untung lalu menghancurkan pasukan Vaandrig Kuffeler di Sungai Cikalong, pada 28 Januari 1684. Sebenarnya Pangeran Purbaya bisa melarikan diri, tetapi dia memegang teguh janjinya dan tetap menyerahkan diri ke Benteng Tanjungpura.
Hanya istrinya Gusik Kusuma minta diantar pulang ke Kartasura. Untung lalu mengantarkan istri Purbaya ke Kartasura.
Tidak hanya Vaandrig Kuffeler, Untung juga menghancurkan pasukan Jacob Couper di Desa Rajapalah. Saat tiba di Cirebon, Untung terlibat pertikaian dengan Raden Surapati. Akibat pertikaian itu, Raden Surapati dihukum mati.
Baca: Siasat Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa Hancurkan Monopoli Dagang VOC
Sejak itu, nama Surapati diserahkan kepada Untung dan dirinya menjadi dikenal sebagai Untung Surapati/Suropati, buronan VOC.
Gusik Kusuma akhirnya tiba di Kartasura. Ternyata, ayahanda Gusik Kusuma, yakni Patih Nerangkusuma anti Belanda. Untung Suropati lalu dinikahkan dengan Gusik Kusuma dan mereka membangun kekuatan melawan Belanda.
Perlawanan Untung Suropati terhadap Belanda terdengar seantero negeri. Untung yang awalnya budak VOC, kini menjadi orang yang paling depan melawan VOC. Dari Jawa bagian Barat, perlawanan Untung meluas ke tengah dan timur.
Dalam perlawanan ini, Untung Suropati mendapat dukungan dan perlindungan dari Amangkurat II. Sang Raja bahkan menawarkan persembunyian bagi Untung Suropati di Keraton Kertasura. Tetapi hal ini telah diketahui Kompeni.
Baca: Kisah Sultan Agung Penggal Kepala Panglima Perang yang Gagal Kuasai Batavia
Lihat Juga :