Tiga Tahanan Narkoba Kabur dari Rutan Tanjung Gusta Berhasil Ditangkap
Selasa, 09 Juni 2020 - 14:47 WIB
loading...
Ilustrasi/Okezone
A
A
A
MEDAN - Pelarian tiga tahanan kasus narkoba asal Aceh dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan berakhir. Setelah mereka bersusah payah memanjat tembok setinggi 8 meter, ketiganya berhasil ditangkap 1,5 jam kemudian, Senin ( 8/6/2020) malam. Ketiga tahanan yang berhasil ditangkap kembali tersebut, masing-masing berinisial HE, SMJ, dan AR.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Sumut, Muhammad Jahari Sitepu mengatakan, ketiga tahanan itu dipenjara karena kasus narkoba. (Baca juga: Lompati Tembok 8 Meter, 3 Napi Tanjung Gusta Medan Kabur)
“Mereka melarikan diri dari klinik Rutan Klas I Medan dengan melompat tembokyang tingginya sekitar 8 meter,” kata Muhammad Jahari Sitepu, Selasa (9/6/2020).
Dia mengatakan peristiwa itu berawal saat HE, SMJ, dan AR menaiki tembok Rutan sekitar pukul 18.45 WIB. Rencananya kabur dari penjara, namun ketahuan pegawai Kemenkumham yang tinggal di kompleks sekitar penjara tersebut.
Saat itu, pegawai ini sedang berkendara bersama anaknya. Setelah menurunkan anaknya, dia menangkap salah seorang pelarian yang melompat turun dari tembok. “Pegawai itu juga berteriak meminta bantuan. Tak lama berselang warga sekitar kompleks penjara langsung menangkap seorang tahanan lainnya,” ungkap Jahari.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Sumut, Muhammad Jahari Sitepu mengatakan, ketiga tahanan itu dipenjara karena kasus narkoba. (Baca juga: Lompati Tembok 8 Meter, 3 Napi Tanjung Gusta Medan Kabur)
“Mereka melarikan diri dari klinik Rutan Klas I Medan dengan melompat tembokyang tingginya sekitar 8 meter,” kata Muhammad Jahari Sitepu, Selasa (9/6/2020).
Dia mengatakan peristiwa itu berawal saat HE, SMJ, dan AR menaiki tembok Rutan sekitar pukul 18.45 WIB. Rencananya kabur dari penjara, namun ketahuan pegawai Kemenkumham yang tinggal di kompleks sekitar penjara tersebut.
Saat itu, pegawai ini sedang berkendara bersama anaknya. Setelah menurunkan anaknya, dia menangkap salah seorang pelarian yang melompat turun dari tembok. “Pegawai itu juga berteriak meminta bantuan. Tak lama berselang warga sekitar kompleks penjara langsung menangkap seorang tahanan lainnya,” ungkap Jahari.
Lihat Juga :