Hubungan Asmara Ki Ageng Mangir dan Retna Pembayun Berakhir Tragis
Kamis, 23 Desember 2021 - 05:04 WIB
loading...
A
A
A
Untuk melaksanakan rencana ini, Senopati bahkan menunjuk putrinya sendiri bernama Retna Pembayun. Retna mulanya bertugas menjadi mata-mata di Mangir dengan menyamar sebagai ledhek (penari seni Tayub). Mulai dari sinilah jalinan asmara itu dirajut
Bersama tim penari Tayub, Retna Pembayun berangkat ke Mangir untuk mengadakan pertunjukan. Pada kesempatan ini, putri Senopati itu menggunakan nama samaran Lara Kasihan. Tahu bahwa ada rombongan grup kesenian Tayub menggelar pertunjukan di wilayahnya, Ki Mangir mengutus anak buahnya untuk mengundang Lara Kasihan dan timnya mengadakan pertunjukan di halaman Dalem Mangiran.
Ki Ageng Mangir yang menyaksikan pertunjukan itu langsung terpesona melihat paras Lara Kasihan yang begitu cantik. Ki Ageng Mangir jatuh cinta. Ki Ageng Mangir tanpa ragu meminta Lara Kasihan menjadi istrinya.
Disebutkan bahwa Retna Pembayun senang karena misinya untuk menjebak Ki Ageng Mangir telah berhasil. Namun, uniknya, meski ada misi dendam sang ayah, Pembayun menerima pinangan Ki Ageng Mangir karena dia juga mencintainya. Keduanya jatuh cinta dan akhirnya menikah.
Dalam perjalanan waktu, Lara Kasihan pun akhirnya hamil. Alangkah bahagianya Ki Ageng Mangir saat mengetahui istrinya hamil. Namun, kebahagiaan itu hanya sesaat ketika Lara Kasihan terpaksa harus membuka topengnya. Kepada Ki Mangir, Lara Kasian mengaku bahwa dirinya adalah Retna Pembayun, putri dari Panembahan Senopati.
Pengakuan itu bagai petir di siang bolong. Ki Ageng Mangir kaget dan marah karena merasa telah ditipu. Namun, cinta sejadi Pembayun seolah menghapus dendam dan niat sang ayah. Ia berusaha memberi solusi terbaik untuk suaminya.
Pembayun meyakinkan suaminya kalau dirinya benar-benar mencintainya. Ia pun kemudian membujuk suaminya untuk mau menghadap Panembahan Senopati sebagai mertuanya. Demi cintanya pada Pembayun dan bayi yang sedang dikandungnya, Ki Ageng Mangir memenuhi permintaan istrinya.
Bersama tim penari Tayub, Retna Pembayun berangkat ke Mangir untuk mengadakan pertunjukan. Pada kesempatan ini, putri Senopati itu menggunakan nama samaran Lara Kasihan. Tahu bahwa ada rombongan grup kesenian Tayub menggelar pertunjukan di wilayahnya, Ki Mangir mengutus anak buahnya untuk mengundang Lara Kasihan dan timnya mengadakan pertunjukan di halaman Dalem Mangiran.
Ki Ageng Mangir yang menyaksikan pertunjukan itu langsung terpesona melihat paras Lara Kasihan yang begitu cantik. Ki Ageng Mangir jatuh cinta. Ki Ageng Mangir tanpa ragu meminta Lara Kasihan menjadi istrinya.
Disebutkan bahwa Retna Pembayun senang karena misinya untuk menjebak Ki Ageng Mangir telah berhasil. Namun, uniknya, meski ada misi dendam sang ayah, Pembayun menerima pinangan Ki Ageng Mangir karena dia juga mencintainya. Keduanya jatuh cinta dan akhirnya menikah.
Dalam perjalanan waktu, Lara Kasihan pun akhirnya hamil. Alangkah bahagianya Ki Ageng Mangir saat mengetahui istrinya hamil. Namun, kebahagiaan itu hanya sesaat ketika Lara Kasihan terpaksa harus membuka topengnya. Kepada Ki Mangir, Lara Kasian mengaku bahwa dirinya adalah Retna Pembayun, putri dari Panembahan Senopati.
Pengakuan itu bagai petir di siang bolong. Ki Ageng Mangir kaget dan marah karena merasa telah ditipu. Namun, cinta sejadi Pembayun seolah menghapus dendam dan niat sang ayah. Ia berusaha memberi solusi terbaik untuk suaminya.
Pembayun meyakinkan suaminya kalau dirinya benar-benar mencintainya. Ia pun kemudian membujuk suaminya untuk mau menghadap Panembahan Senopati sebagai mertuanya. Demi cintanya pada Pembayun dan bayi yang sedang dikandungnya, Ki Ageng Mangir memenuhi permintaan istrinya.
Lihat Juga :