Sultan Menyapa : Menimbang New Normal, Pulihkan Ekonomi
Selasa, 09 Juni 2020 - 09:05 WIB
loading...
Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menyapa warga Yogyakarta melalui Menimbang New Normal , Pulihkan Ekonomi. FOTO : IST
A
A
A
YOGYAKARTA - Sudah delapan kali, setiap hari Selasa, Raja Yogyakarta menyapa warganya lewat pesan-pesan moralnya. Hari ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menyapa warga Yogyakarta melalui 'Menimbang New Normal , Pulihkan Ekonomi'.
Dalam sapaan kali ini, Sri Sultan HB X memulai dengan tema new normal yang banyak diperbincangkan masyarakat. Hal ini juga berdampak pada dikotomi antara protokol kesehatan dan ekonomi sehingga yang lebih dipentingkan seakan adalah urusan ekonomi.
"Padahal tidak demikian. Keduanya tidak saling menafikan, tapi saling melengkapi. Dengan cara mengatasi pandemi, seraya memulihkan ekonomi," terangnya memulai sapa nya kepada warga melalui Humas Pemda DIY Selasa (9/6/2020).(Baca juga : Di Masa Tanggap Darurat, Pelanggar Protokol Kesehatan Tak Bisa Diproses Hukum )
Sultan kemudian mencontohkan apabila warga yabg sakit, tentu saja tidak bisa produktif. Begitu juga sebaliknya, jika ads orang sehat namun tidks bisa makan karena sistem ekonomi tidak berjalan, maka akan jatuh sakit.
"Memang ini dilema. Saya tidak sedang berpendapat melawan arus. Bahwa bahaya serius Corona berpotensi banyak merenggut nyawa. Saya juga sepakat akan kemungkinan itu. Saya ikut prihatin melihat banyak kasus merebak, di mana penanganannya belum seberapa cepat dibanding penyebarannya. Saya lebih sedih lagi, karena pahlawan kesehatan banyak yang syahid di lahan pengabdian demi kemanusiaan, " ulasnya.
Tokoh yang memiliki nama masa kecil Bendara Raden Mas Herjuno Darpito ini melanjutkan, diperlukan jalan tengah untuk melanjutkan kehidupan di tengah pandemi Corona yang masih mengancam warga masyarakat.
Hidup berdampingan dengan Corona sambil mematuhi disiplin yang menjadi syaratnya. Hidup mengisolasi diri terus-menerus akan berdampak buruk bagi ekonomi. Melonggarkan aturan, membuka peluang ekonomi, agar bergerak lagi.
Dalam sapaan kali ini, Sri Sultan HB X memulai dengan tema new normal yang banyak diperbincangkan masyarakat. Hal ini juga berdampak pada dikotomi antara protokol kesehatan dan ekonomi sehingga yang lebih dipentingkan seakan adalah urusan ekonomi.
"Padahal tidak demikian. Keduanya tidak saling menafikan, tapi saling melengkapi. Dengan cara mengatasi pandemi, seraya memulihkan ekonomi," terangnya memulai sapa nya kepada warga melalui Humas Pemda DIY Selasa (9/6/2020).(Baca juga : Di Masa Tanggap Darurat, Pelanggar Protokol Kesehatan Tak Bisa Diproses Hukum )
Sultan kemudian mencontohkan apabila warga yabg sakit, tentu saja tidak bisa produktif. Begitu juga sebaliknya, jika ads orang sehat namun tidks bisa makan karena sistem ekonomi tidak berjalan, maka akan jatuh sakit.
"Memang ini dilema. Saya tidak sedang berpendapat melawan arus. Bahwa bahaya serius Corona berpotensi banyak merenggut nyawa. Saya juga sepakat akan kemungkinan itu. Saya ikut prihatin melihat banyak kasus merebak, di mana penanganannya belum seberapa cepat dibanding penyebarannya. Saya lebih sedih lagi, karena pahlawan kesehatan banyak yang syahid di lahan pengabdian demi kemanusiaan, " ulasnya.
Tokoh yang memiliki nama masa kecil Bendara Raden Mas Herjuno Darpito ini melanjutkan, diperlukan jalan tengah untuk melanjutkan kehidupan di tengah pandemi Corona yang masih mengancam warga masyarakat.
Hidup berdampingan dengan Corona sambil mematuhi disiplin yang menjadi syaratnya. Hidup mengisolasi diri terus-menerus akan berdampak buruk bagi ekonomi. Melonggarkan aturan, membuka peluang ekonomi, agar bergerak lagi.
Lihat Juga :