Astaga! 12 dari 100 Anak-anak di Jawa Barat Ternyata Menikah Dini
Jum'at, 17 Desember 2021 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Dengan tingkat pendidikan yang tinggi atau sesuai program pemerintah, yakni wajib belajar 12 tahun, maka ijazah yang dikantongi pun kompetitif untuk mendapatkan upah dan pekerjaan yang lebih baik.
"Minimal mempunyai ijazah SMA, jadi memiliki daya saing. Jika tidak, maka akan bekerja di sektor informal yang tidak perlu memiliki skill dan upahnya pun pasti rendah," kata Lenny.
Sementara itu, Rektor Itenas, Prof Melinda Nurbanasari menerangkan bahwa pihaknya memiliki peran yang cukup besar dalam membangun dan mengedukasi peran perempuan. Pasalnya, saat ini, peran perempuan tidak hanya sebagai ibu atau istri, tapi juga tulang punggung keluarga.
"Agar perempuan bisa memberikan pemasukan ekonomi bagi keluarga, maka perlu pendidikan yang lebih tinggi," ucapnya.
Melinda menambahkan, sebagai kampus yang memiliki banyak disiplin ilmu teknik, Itenas pun diharapkan menjadi pilihan bagi perempuan dalam meraih pendidikan yang tinggi demi kesetaraan gender.
"Diharapkan, Itenas tidak melulu dikuasai oleh laki-laki, tapi banyak perempuan juga yang masuk. Sehingga, peran perempuan semakin menonjol dan kesetaraan gender semakin baik. Tidak ada lagi dikotomi antara laki-laki dan perempuan," tandasnya.
"Minimal mempunyai ijazah SMA, jadi memiliki daya saing. Jika tidak, maka akan bekerja di sektor informal yang tidak perlu memiliki skill dan upahnya pun pasti rendah," kata Lenny.
Sementara itu, Rektor Itenas, Prof Melinda Nurbanasari menerangkan bahwa pihaknya memiliki peran yang cukup besar dalam membangun dan mengedukasi peran perempuan. Pasalnya, saat ini, peran perempuan tidak hanya sebagai ibu atau istri, tapi juga tulang punggung keluarga.
"Agar perempuan bisa memberikan pemasukan ekonomi bagi keluarga, maka perlu pendidikan yang lebih tinggi," ucapnya.
Melinda menambahkan, sebagai kampus yang memiliki banyak disiplin ilmu teknik, Itenas pun diharapkan menjadi pilihan bagi perempuan dalam meraih pendidikan yang tinggi demi kesetaraan gender.
"Diharapkan, Itenas tidak melulu dikuasai oleh laki-laki, tapi banyak perempuan juga yang masuk. Sehingga, peran perempuan semakin menonjol dan kesetaraan gender semakin baik. Tidak ada lagi dikotomi antara laki-laki dan perempuan," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :