Ketua Tim Bedah Saraf RS Siloam Karawaci Ajak Seluruh Dokter Terus Mengukir Prestasi
Kamis, 16 Desember 2021 - 22:58 WIB
loading...
A
A
A
"Namun, kami bertekad untuk dapat membuktikan bahwa dokter Indonesia memiliki kompetensi dan kemampuan yang tidak kalah hebat dengan bangsa lain serta kami akan selalu ada untuk melayani anak bangsa yang membutuhkan tindakan terkait otak dan bedah saraf,” ujar dr Eka.
Sejumlah prestasi lainnya juga ditorehkan tim bedah saraf Siloam Hospitals, antara lain yang tercatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yaitu pencapaian dr Made Agus Mahendra Inggas. Dia adalah dokter bedah saraf pertama di Indonesia yang berhasil melakukan operasi deep brain stimulation pada penyakit tourrette syndrome dan dokter bedah saraf pertama yang berhasil melakukan operasi stereotactic brain lesioning thalamotomy pada penyakit epilepsi.
Diketahui, saat ini Siloam Hospital memiliki sebanyak 28 dokter bedah saraf yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama 25 tahun mengabdi, sejak bedah saraf pertama tahun 1996, tim bedah saraf RS Siloam kini sudah melakukan sebanyak 20 ribu kali tindakan bedah saraf.
Dokter Eka menambahkan bahwa dirinya berharap seluruh dokter di Indonesia, khususnya di bidang bedah saraf melakukan operasi yang sebaik-baiknya untuk pasien, apapun kalangannya dengan kasus sesulit apapun juga.
"Mari kita bersama-sama saling mendukung, yang senior mendukung junior agar suatu saat kita akan mencapai kompetensi yang sama. Kita harus menjadi dokter bagi anak bangsa sendiri dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada dokter di Indonesia. Niscaya, derajat dokter Indonesia akan dapat dipandang sama dengan dokter lainnya di dunia,” paparnya.
Sejumlah prestasi lainnya juga ditorehkan tim bedah saraf Siloam Hospitals, antara lain yang tercatat oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yaitu pencapaian dr Made Agus Mahendra Inggas. Dia adalah dokter bedah saraf pertama di Indonesia yang berhasil melakukan operasi deep brain stimulation pada penyakit tourrette syndrome dan dokter bedah saraf pertama yang berhasil melakukan operasi stereotactic brain lesioning thalamotomy pada penyakit epilepsi.
Diketahui, saat ini Siloam Hospital memiliki sebanyak 28 dokter bedah saraf yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama 25 tahun mengabdi, sejak bedah saraf pertama tahun 1996, tim bedah saraf RS Siloam kini sudah melakukan sebanyak 20 ribu kali tindakan bedah saraf.
Dokter Eka menambahkan bahwa dirinya berharap seluruh dokter di Indonesia, khususnya di bidang bedah saraf melakukan operasi yang sebaik-baiknya untuk pasien, apapun kalangannya dengan kasus sesulit apapun juga.
"Mari kita bersama-sama saling mendukung, yang senior mendukung junior agar suatu saat kita akan mencapai kompetensi yang sama. Kita harus menjadi dokter bagi anak bangsa sendiri dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada dokter di Indonesia. Niscaya, derajat dokter Indonesia akan dapat dipandang sama dengan dokter lainnya di dunia,” paparnya.
(don)
Lihat Juga :