Masyarakat Bonto Somba Maros Dijemput Mobil Offroad untuk Ikut Vaksinasi
Kamis, 16 Desember 2021 - 16:07 WIB
loading...
Camat Tompobulu, Yusriadi (kanan) memimpin langsung tim pemjemputan warga Desa Bonto Somba untuk vaksinasi. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Demi mencapai realisasi target vaksinasi Covid-19 hingga 70%, Pemerintah Kabupaten Maros melibatkan berbagai pihak. Salah satunya komunitas Indonesia Offroad Federation (IOF).
Pelibatan komunitas IOF ini, salah satunya dilakukan di Kecamatan Tompobulu. IOF dilibatkan untuk menjemput masyarakat di Desa Bonto Somba mengikuti vaksinasi. Wilayah ini memiliki akses jalan yang sulit dilalui dengan kendaraan biasa.
Baca juga:Pemkab Maros Genjot Vaksinasi di Wilayah Dataran Tinggi
Penjemputan warga di wilayah tanpa sinyal ponsel itu dipimpin langsung Camat Tompobulu, Yusriadi Arif. Ada empat unit mobil offroad yang diturunkan IOF. Rombongan melintasi medan berbatu dan sungai, dengan lama perjalanan dari titik vaksinasi sekitar satu jam.
“Sebab medannya berbatu, jalan berlumpur tanah, melewati sungai sehingga hanya mobil offroad yang paling cocok untuk menjangkau lokasi tersebut,” katanya, Kamis (16/12).
Adi sapaan akrab Yusriadi Arif mengatakan, untuk memobilisasi masyarakat secara individu atau menunggu inisiatif mereka datang ke lokasi vaksinasi , sangat sulit.
Baca juga:Vaksinasi di Kabupaten Maros Digalakkan Hingga Tingkat RT
“Mungkin kita bisa dapat sasaran vaksin tapi cuman sedikit jika harus menunggu mereka yang datang langsung ke titik vaksinasi . Tapi kita ingin mengoptimalkan dengan cara harus jemput bola ke tempat mereka,” jelasnya.
Dalam vaksinasi hari ini, sebanyak 200 warga Bonto Somba yang berasal dari tiga dusun yakni, Cindakko, Bara, Bonto Bonto akhirnya divaksin.
"Sebenarnya animo masyarakat itu tinggi, jika kita jemput di dusun mereka untuk segera di mobilisasi ke tempat vaksin. Capaian itu menurut kami termasuk pencapaian yang sangat signifikan untuk Desa Bonto Somba,” katanya.
Adi menjelaskan, target vaksinasi di Desa Bonto Somba sebanyak 1.200 orang. “Kemarin masih 10 persen mudah-mudahan hari ini bisa tercapai hingga 40 persen. Kegiatan ini akan terus kami galakkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Baca juga:Tidak Miliki Akta Nikah, Puluhan Pasutri di Maros Ikuti Sidang Isbat
Adi mengatakan, vaksinasi yang diterima masyarakat Desa Bonto Somba masih dosis pertama. Hal ini dikarenakan minimnya fasilitas kendaraan serta akses yang sulit dijangkau.
Untuk saat ini kata mantan Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata itu, cakupan vaksinasi di Kecamatan Tompobulu telah mencapai 42 persen atau sekitar 5.000 orang, dengan sasaran 12.600 orang.
Pelibatan komunitas IOF ini, salah satunya dilakukan di Kecamatan Tompobulu. IOF dilibatkan untuk menjemput masyarakat di Desa Bonto Somba mengikuti vaksinasi. Wilayah ini memiliki akses jalan yang sulit dilalui dengan kendaraan biasa.
Baca juga:Pemkab Maros Genjot Vaksinasi di Wilayah Dataran Tinggi
Penjemputan warga di wilayah tanpa sinyal ponsel itu dipimpin langsung Camat Tompobulu, Yusriadi Arif. Ada empat unit mobil offroad yang diturunkan IOF. Rombongan melintasi medan berbatu dan sungai, dengan lama perjalanan dari titik vaksinasi sekitar satu jam.
“Sebab medannya berbatu, jalan berlumpur tanah, melewati sungai sehingga hanya mobil offroad yang paling cocok untuk menjangkau lokasi tersebut,” katanya, Kamis (16/12).
Adi sapaan akrab Yusriadi Arif mengatakan, untuk memobilisasi masyarakat secara individu atau menunggu inisiatif mereka datang ke lokasi vaksinasi , sangat sulit.
Baca juga:Vaksinasi di Kabupaten Maros Digalakkan Hingga Tingkat RT
“Mungkin kita bisa dapat sasaran vaksin tapi cuman sedikit jika harus menunggu mereka yang datang langsung ke titik vaksinasi . Tapi kita ingin mengoptimalkan dengan cara harus jemput bola ke tempat mereka,” jelasnya.
Dalam vaksinasi hari ini, sebanyak 200 warga Bonto Somba yang berasal dari tiga dusun yakni, Cindakko, Bara, Bonto Bonto akhirnya divaksin.
"Sebenarnya animo masyarakat itu tinggi, jika kita jemput di dusun mereka untuk segera di mobilisasi ke tempat vaksin. Capaian itu menurut kami termasuk pencapaian yang sangat signifikan untuk Desa Bonto Somba,” katanya.
Adi menjelaskan, target vaksinasi di Desa Bonto Somba sebanyak 1.200 orang. “Kemarin masih 10 persen mudah-mudahan hari ini bisa tercapai hingga 40 persen. Kegiatan ini akan terus kami galakkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Baca juga:Tidak Miliki Akta Nikah, Puluhan Pasutri di Maros Ikuti Sidang Isbat
Adi mengatakan, vaksinasi yang diterima masyarakat Desa Bonto Somba masih dosis pertama. Hal ini dikarenakan minimnya fasilitas kendaraan serta akses yang sulit dijangkau.
Untuk saat ini kata mantan Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata itu, cakupan vaksinasi di Kecamatan Tompobulu telah mencapai 42 persen atau sekitar 5.000 orang, dengan sasaran 12.600 orang.
(luq)
Lihat Juga :