Parah! Oknum Marbot Masjid di Sarolangun Cabuli 5 Anak di Semak-semak

Kamis, 16 Desember 2021 - 12:07 WIB
loading...
Parah! Oknum Marbot Masjid di Sarolangun Cabuli 5 Anak di Semak-semak
Oknum marbot masjid di salah satu kelurahan yang adad di Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi mencabuli sejumlah anak di bawah umur. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
SAROLANGUN - Seorang oknum marbot masjid di salah satu kelurahan yang adad di Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Jambi mencabuli sejumlah anak di bawah umur.

Hingga saat ini ada sekitar 5 orang yang menjadi korban pria berinisial A (59). Ironisnya, ini terungkap setelah 2 tahun kejadian.



Kasat Reskrim Polres Sarolangun, AKP Rendy mengatakan, peristiwa ini terungkap berawal salah satu korban yang melapor ke Mapolres Sarolangun.

Dari hasil pengembangan, terungkap ada lima orang korban anak di bawah umur. "Ada pencabulan anak di bawah umur. Usianya ini bervariasi dari 13 sampai 15 tahun. Korbannya ada lima orang, inisialnya SR, NN, MH, P dan A," ujarnya, Kamis (16/12/2021).

Perbuatan cabul yang dilakukan oleh tersangka A terjadi pada beberapa tahun lalu. Namun, baru beberapa hari lalu dilaporkan masyarakat ke pihak kepolisian.

Menurutnya, ini dilaporkan oleh ketua RT setempat yang menyebutkan bahwa anak pelapor telah dicabuli oleh pelaku. "Setelah dua tahun baru dilaporkan".



Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan. Pelaku berhasil diamankan petugas tanpa perlawanan.

"Pelaku berinisial A tidak lain merupakan pria paruh baya yang kesehariannya beraktivitas menjadi marbot disalah satu masjid," tandas Rendy.

Dia menambahkan, dalam melakukan aksinya, waktu kejadiannya di TKP semak-semak dan di tempat wudhu masjid.

Sementara itu, terduga A mengaku melakukan aksi pencabulan tersebut sejak tahun 2017. Namun, terduga mengungkap telah menyadari perbuatan menyimpangnya tersebut. Dua tahun terakhir ini pelaku mengaku tidak lagi melakukan itu.

"Tidak diperkosa pak, cuma dipegang-pegang sama dielus-elus," ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, dia juga memohon maaf kepada korban, orang tua korban dan masyarakat.

Kejadian tersebut, berawal pada saat korban yang hendak menumpang kendaraan milik terduga usai lakukan sholat di masjid.

"Ketika saya mau engkol motor, dipanggil pakde numpang. Kata saya, ayo cepat. Langsung saya suruh pegangan dan dia naik," tuturnya.

Berikutnya, sesampainya di jalan setapak sebelum sampai ke rumah, pelaku melakukan aksi tidak senonohnya.

Kepada petugas, pelaku A mengaku khilaf dalam melakukan aksi tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan cabul tersebut.



Guna mempertanggungjawabkan aksinya, pelaku ditahan di sel tahanan Polresta Sarolangun.

Akibat perbuatannya, pelaku diterapkan Pasal 82 ayat 1 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidananya 15 tahun.
(shf)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 2.9057 seconds (0.1#10.140)