Polwan Lebih Efektif Pulihkan Korban Erupsi Semeru, Ini Alasannya
Rabu, 15 Desember 2021 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Dosen psikologi forensik di Akpol Semarang ini menambahkan, korban bencana biasanya rentan akan suara gemuruh atau sirine. Untuk itu, polisi atau relawan yang berada di lokasi bencana diminta tak menggunakan sirine karena dikhawatirkan kembali menakutkan warga.
"Hindari suara gaduh seperti suara sirine, suara ngiung-ngiung, dan sebagainya, karena akan membuat mereka kembali seolah pada saat peristiwa bencana," lugasnya.
Menurutnya, pemulihan psikologis korban bencana alam akan lebih cepat ketimbang trauma yang diakibatkan ulah manusia. Meski demikian, dia berharap polisi dan polwan bisa mendampingi warga di lokasi bencana hingga satu bulan. Baca: Nyaris Celaka Akibat Kapalnya Karam, Bupati Kukar Diselamatkan Warga Batu Dinding.
"Kami berharap tim berada di sana untuk waktu minimal sebulan, karena itu masa paling singkat untuk pemulihan trauma," ucapnya.
Sekadar diketahui, Polda Jateng mengirimkan 85 personel di antaranya 36 polwan untuk membantu pemulihan pascabencana erupsi Gunung Semeru. Mereka bertugas mengindentifikasi korban meninggal serta pemulihan trauma bagi pengungsi. Baca Juga: KM Kalimas 4 Bermuatan BBM PLN Asmat Hilang Kontak, Tim SAR Sisir hingga Pulau Tiga.
"Apa yang disarankan (psikolog) akan menjadi masukan besar bagi Polda Jateng dalam penanganan psikologis korban bencana. Intinya kami siap mengevaluasi kegiatan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat," tutur Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.
"Hindari suara gaduh seperti suara sirine, suara ngiung-ngiung, dan sebagainya, karena akan membuat mereka kembali seolah pada saat peristiwa bencana," lugasnya.
Menurutnya, pemulihan psikologis korban bencana alam akan lebih cepat ketimbang trauma yang diakibatkan ulah manusia. Meski demikian, dia berharap polisi dan polwan bisa mendampingi warga di lokasi bencana hingga satu bulan. Baca: Nyaris Celaka Akibat Kapalnya Karam, Bupati Kukar Diselamatkan Warga Batu Dinding.
"Kami berharap tim berada di sana untuk waktu minimal sebulan, karena itu masa paling singkat untuk pemulihan trauma," ucapnya.
Sekadar diketahui, Polda Jateng mengirimkan 85 personel di antaranya 36 polwan untuk membantu pemulihan pascabencana erupsi Gunung Semeru. Mereka bertugas mengindentifikasi korban meninggal serta pemulihan trauma bagi pengungsi. Baca Juga: KM Kalimas 4 Bermuatan BBM PLN Asmat Hilang Kontak, Tim SAR Sisir hingga Pulau Tiga.
"Apa yang disarankan (psikolog) akan menjadi masukan besar bagi Polda Jateng dalam penanganan psikologis korban bencana. Intinya kami siap mengevaluasi kegiatan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat," tutur Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy.
(nag)
Lihat Juga :